Suara.com - Keberadaan celana Jessica Kumala Wongso (27) yang diduga berkaitan dengan kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27), perempuan yang diracun zat sianida masih misterius. Polisi hingga kini belum bisa menemukan celana yang telah dibuang pembantu rumah tangga Jessica, berinisial SR, lantaran telah rusak.
Terkait hal tersebut, pengacara Jessica Andi Joesoef Maulana menjelaskan mengapa Jessica membuang celana tersebut. Alasannya, celana Jessica robek.
Celana Jessica itu berjenis legging yang ketat. Sehingga mudah robek. Celana kliennya robek saat membawa Mirna ke Rumah Sakit Abdi Waluyo.
"Setelah saya selaku penasehat hukumnya menanyakan kepada yang bersangkutan, waktu saat antar almarhumah ini. Kan mobilnya tinggi susah turun, nah Jessica ini pakai celana yang ketat, legging itu sobek sampai selangkangan," kata Andi saat dihubungi suara.com, Kamis (28/1/2016).
Dikatakan Andi, sesampainya di rumah, SR, menanyakan kepada Jessica soal celana tersebut.
"Setelah itu sampai di rumah dilepas celana itu. Ditanya pembantunya kok sobek celananya, kalau nggak dipakai di buang aja," kata Andi.
Dia juga mengaku tidak mengetahui polisi telah menemukan celana robek tersebut. Namun dia memastikan pihaknya juga turut membantu polisi untuk mencari celana tersebut hingga ke tempat pembuangan sampah di dekat kediaman Jessica.
"Kalau itu kita nggak tau, tanya sama penyidiknya saja. Kita juga membantu sampai nyari ke tong sampah," katanya.
Meski tidak menemukan celana Jessica, polisi telah mengamankan baji kliennya untuk dijadikan sebagai barang bukti.
"Bahwa saat itu juga baju Jessica kan juga diambil sama penyidik untuk kepentingan penyidikan," kata Andi.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murni belum mau mengungkapkannya soal alasan Jessica membuang celana robek dan apa pentingnya celana tersebut dalam kasus kematian Mirna.
"Sudah nanti saja, semua setelah eskpose saya sampaikan," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/1/2016).
Krishna mengatakan penyidik sengaja mengamankan dan merahasiakan keberadaan SR agar penyidik tidak kesulitan untuk menggali keterangan darinya.
"Salah satu saksi kunci kami amankan. Jadi biar kami nggak jauh-jauh kalau dibutuhkan, biar nggak susah cari dia," kata Krishna, Jumat (22/1/2016) lalu.
Mirna meninggal dunia usai minum kopi mengandung sianida di kafe Olivier. Dua teman Mirna, Jessica dan Hani ada di meja yang sama saat peristiwa terjadi. Kedua teman Mirna pun menjadi saksi penting dalam kasus ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia