Suara.com - Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Yulianto bercerita tentang SMS ancaman yang diterimanya dari orang yang diduga dari pengusaha Hary Tanoesoedibjo dan kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT. Telecom Mobile 8 di Kejagung.
"Itu pribadi ditujukan kepada saya SMS tersebut," kata Yulianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2016).
Siang tadi, Yulianto dan puluhan jaksa melapor ke Bareskrim Polri mengenai adanya ancaman melalui SMS.
Yulianto menambahkan penyelidikan kasus dugaan korupsi di PT. Mobile 8 mulai tanggal 20 Januari 2015. Saat itu, Yulianto belum ikut menangani.
"Saya diangkat sebagai kasubdit penyidikan tanggal 9 September 2015. Penyelidikan ini dilakukan 20 Januari 2015," kata Yulianto.
Yulianto menambahkan tim penyidik Kejagung baru menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan pada 11Juni 2015, setelah cukup bukti.
"Artinya apa, tidak ada saya pun perkara ini pun sudah naik untuk penyidikan. Ini kan mungkin yang yang mengirim SMS ke saya tidak paham, dikira saya yang menaikkan perkara," kata Yulianto.
Mobile 8 merupakan perusahaan yang sempat dikelola oleh MNC Group yang dipimpin Hary Tanoe.
Dihubungi secara terpisah, Ketua Bidang Politik Partai Perindo yang juga pernah menjadi Direktur Pemberitaan MNC Group, Arya Sinulingga, mengaku tidak bisa memberikan penjelasan soal kasus tersebut.
"Bukan wewenang saya untuk jawab itu," kata Arya seraya menyarankan untuk minta tanggapan Sekretaris Perusahaan MNC Group, Syafril Nasution.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba