Suara.com - Anggota Komisi III Fraksi PDIP Junimart Girsang mengapresiasi langkah jaksa yang membawa ke ranah hukum, terkait adanya dugaan ancaman terhadap penyidik kejaksaan oleh pengusaha Hary Tanoesoedibjo. Ancaman itu menangani kasus korupsi retritusi pajak PT. Telecom Mobile 8.
Dia berharap, Bareskrim Polri yang menerima laporan ancaman ini bisa mengungkap kasus tersebut.
"Kita apresiasi sikap dari kejaksaan agung yang melaporkan pengancaman SMS tersebut, kita tunggu saja. Dan kita harap bareskrim bisa segera memproses. Ini kan sederhana, tinggal dilacak dari providernya, gampang," kata Junimart di DPR, Kamis (28/1/2016).
Dia menambahkan ancaman ini memang sempat disampaikan Jaksa Agung HM Prasetyo saat rapat kerja dengan Komisi III, Senin (25/1/2016). Komisi III pun juga menyarankan agar ancaman itu bisa dibawa ke ranah hukum.
"Jangan sampai penegakan terganggu dengan ancaman itu, karena itu kita bersaran kepada jaksa agung untuk menyikapi ancaman tersebut, tentu sesuai dengan proses hukum. Nah itulah, kalau hari ini penyidik laporkan," katanya.
"Saran saya bukan penyidik (yang melaporkan), tapi langsung jaksa agung. Lebih pas, lebih klop. Karena kalau penyidik itu kan harus pakai surat kuasa, walau disebutkan jaksa itu satu untuk semua, semua untuk satu. Tp kan ini menyangkut ancaman secara struktur, dan sifatnya institusi," kata dia.
Untuk kasus retritusi pajak PT. Telcome Mobile 8-nya sendiri, Junimart enggan berkomentar. Dia hanya minta kasus ini segera dituntaskan.
"Uuntuk kassnya kita tidak berkomentar. Tapi kita meminta kepada Jaksa Agung agar segera lakukan penyelidikan, penyidikan terhadap semua perkara yang sudah dilakukan monitoring, apalagi ini sudah penyelidikan. Dalam raker kita minta ini segera disikapi secara baik. Rakyat menunggu," tuturnya.
Berita Terkait
-
Terima Ancaman Diduga dari Hary Tanoe, Puluhan Jaksa Lapor Polisi
-
Kasus Mobile 8, Kejagung Didemo Agar Periksa Hary Tanoe Juga
-
Kejagung Janji Usut Kasus Restitusi Pajak Perusahaan Hary Tanoe
-
Kasus Mobile 8 Telecom, Kejagung Bakal Periksa Hary Tanoe
-
Marah, Bos MNC Grup Laporkan Forum Keadilan ke Dewan Pers
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba
-
Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti
-
Mengejutkan! Istri Noel Bocorkan Gus Yaqut Hilang dari Rutan KPK Sejak Malam Takbiran?
-
Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga
-
Iran Tembak Rudal Balistik ke Diego Garcia, Pangkalan Pesawat Pengebom Amerika di Samudra Hindia
-
Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan
-
Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden
-
Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor