News / Internasional
Selasa, 02 Februari 2016 | 04:16 WIB
Kendaraan militer Arab Saudi siaga di perbatasan dengan Yaman pada 21 April (Reuters).

Suara.com - Mortir dan roket yang ditembakkan di kota-kota dan desa-desa Arab Saudi telah menewaskan 375 warga sipil, termasuk 63 anak-anak, sejak awal kampanye militer yang dipimpin oleh Arab Saudi sejak Maret.

Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juru bicara koalisi Arab pada Senin (1/2/2016) mengatakan kepada Reuters bahwa Houthi milisi dan tentara pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh telah menembakkan lebih dari 40.000 proyektil di perbatasan sejak perang dimulai.

"Sekarang aturan kami adalah: Anda dekat dengan perbatasan, Anda dibunuh," katanya.

Hingga kini pertempuran sengit terus terjadi. Hampir 130 mortir dan 15 rudal ditembakkan oleh Houthi dan pasukan Saleh di perbatasan Saudi, Senin (1/2/2016). Informasi ini diungkapkan Asseri dalam sebuah wawancara di Riyadh.

Pemerintah Arab Saudi telah mengkritik tajam atas tewasnya korban sipil dalam serangan udara koalisi dan pada hari Minggu (31/1/2016). Arab Saudi kini mengumumkan meningkatkan mekanisme penargetan dan akan membentuk komite untuk menyelidiki jatuhnya korban dari target non-militer.

Sampai ini, sekitar 6.000 orang, dimana setengah dari mereka adalah warga sipil, telah tewas dalam serangan udara pertempuran dan koalisi di Yaman sejak perang dimulai. Menurut PBB, warga sipil tewas di Arab Saudi termasuk baik Saudi dan ekspatriat.

Pemerintah Arab Saudi berusaha menghentikan Houthi, yang bersekutu dengan musuh utama Arab Saudi, yakni Iran. Houthi sempat mendapatkan kontrol penuh atas Yaman setelah mereka merebut ibukota pada 2014 dan membuat Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi lari ke pengasingan. (Reuters)

Load More