Suara.com - Jessica Kumala Wongso mendekam dalam ruang tahanan terpisah di Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya. Jessica tidak bercampur dengan tahanan lainnya.
Menurut Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Barnabas, penempatan ruangan sel yang terpisah tersebut memang atas keinginan Jessica.
"Untuk sekarang memang terpisah. Alasannya karena memang dia (Jessica) ingin sendiri. Agar bisa konsentrasi terhadap perkaranya dia," kata Barnabas saat dihubungi Suara.com, Selasa (2/2/2016).
BACA JUGA:
Keluarga Jessica Ogah Minta Maaf ke Keluarga Mirna
Selain itu, Barnabas beralasan, pemisahan ruangan sel Jessica dilakukan untuk menghindari kemungkinan aksi "bullying" dari para tahanan lainnya.
"Kita juga justru menjaga dia agar tidak dibully, kemungkinan dibully kan ada (sama tahanan lain). Bukan dibully dengan fisik ya, tapi dengan kata-kata, sindiran, kan bisa mengganggu psikologi dia," kata Barnabas.
Lebih lanjut, Barnabas mengatakan jika fasiltas yang ada di ruangan sel Jessica juga dilengkapi dengan kamar mandi dan kasur. Jadi, menurutnya, untuk sementara ini, Jessica mendapatkan fasilitas lebih yang tidak didapatkan tahanan lainnya.
"Dia (Jessica) di ruangan sendiri kan malah enak, kamar mandi sendiri, tempat tidur sendiri," kata dia.
Polisi telah menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus pembunuhan Mirna. Jessica ditangkap saat berada di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016) sekira pukul 07.45 WIB.
Usai menjalani pemeriksaan selama lebih dari 13 jam, Jessica dijebloskan ke sel tahanan Polda Metro Jaya untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan terhitung Sabtu (30/1/2016).
BERITA MENARIK LAINNYA:
Malang, Bayi Usia 11 Bulan Meninggal Usai Disuntik Perawat
Satu Lagi, Orang yang Ngaku Dicabuli Indra Bekti
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
Jessica Wongso Tanggapi Santai Komentar Warganet yang Takut Diajak Ngopi
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Bongkar Taktik 'Parcok' di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rismon Ungkit Kasus Jessica Wongso, Mengapa?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan