News / Nasional
Selasa, 02 Februari 2016 | 13:37 WIB
Aburizal Bakrie dan Agung Laksono [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ketua DPR dari Fraksi Golkar Ade Komaruddin mengaku belum mengetahui perkembangan persiapan penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar.

"Kami belum tahu apa yang akan dilakukan dalam persiapan munas karena Kemenkumham sudah menetapkan Munas Riau, yang diperpanjang," ujar Ade di gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Menurut Ade setelah kepengurusan hasil Munas Riau yang diketuai Aburizal Bakrie dan dengan Sekretaris Jenderal Idrus Marham diperpanjang Kemenkumham, diperlukan pembentukan kepanitiaan munaslub.

"Kalau Munas Riau diperpanjang, berarti harus rapat untuk menentukan hari tanggal dan panitia yang akan menyelenggarakan munas. Itu harus dilakukan dalam sebuah rapat pleno yang paripurna di antara seluruh pengurus," katanya.

Ade berharap penyelenggaraan munaslub harus mencerminkan seluruh kubu, Aburizal dan Agung Laksono, serta harus memperhatikan dua substansi.

"Pertama secara konstitusional yang berhak menentukan kepanitiaan adalah kepengurusan di bawah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Idrus Marham hasil Munas Riau," kata Ade.

"Kedua, kami tahu, dalam kepengurusan itu, sudah bisa mengakomodir kelompok yang selama ini berbeda dengan ARB dan Idrus, kepengurusan Ancol. Pak Agung itu waketum di Riau. Teman-teman di Ancol, sebagian besar adalah pengurus dibawah pimpinan ARB dan Idrus hasil Riau," katanya.

Ade berharap nanti ada rekonsiliasi sehingga kedua kepengurusan yang ada di Partai Golkar kelak dapat bersatu.

"Rekonsiliasi pun, harus ada niat baik semuanya, untuk bersatu kembali melalui munas ini," katanya.

Tag

Load More