Suara.com - Di negara Indonesia ada satu profesi khas yang hanya bisa ditemukan di Ibu Kota Jakarta. Namanya joki three in one.
Joki muncul karena ada peraturan three in one. Three in one merupakan kebijakan dari pemerintah Jakarta yang membatasi mobil pribadi yang lewat di kawasan tertentu, dimana hanya mobil pribadi yang berpenumpang tiga orang atau lebih yang diizinkan lewat.
Peran Joki sederhana sekali. Mereka tinggal menunggu di pinggir jalan. Kalau ada mobil berhenti, mereka lalu menghampirinya dan menawarkan jasa. Bila pemilik mobil setuju, joki tinggal masuk mobil saja. Bayarannya relatif murah, sekitar Rp20 ribu.
Munculnya pekerjaan ini menunjukkan kemampuan orang Indonesia untuk menghasilkan uang dari berbagai cara.
Nah, ini ada yang menarik. Ternyata tak semua orang mengerti kehadiran joki. Mahasiswa bule asal Melbourne bernama Will, salah satunya.
Hari Kamis sore pekan lalu, Will pesan taksi Uber untuk mengantar dia dari kantor tempat magang di Tangerang ke Jakarta Selatan.
Taksi Uber menempuh perjalanan tanpa menemui masalah. Menjelang memasuki Jalan Sudirman, pada jam lima sore, supir taksi berbicara.
“Joki, joki, joki," kata supir ditirukan Will saat bercerita kepada Suara.com.
"Saya tidak paham maksud dia,” kata Will.
Tak lama kemudian, taksi Uber berhenti. Sebentar kemudian, seorang lelaki yang sama sekali tidak dikenal Will membuka pintu dan langsung duduk manis di kursi belakang. Will kaget dan bingung.
“Pikiran saya begini, ‘begitu berani dia, saya membayar untuk perjalanan ini, dan supir ini menjemput temannya tanpa minta izin dulu?’" kata Will.
Peristiwa itu langsung menyadarkan Will akan pentingnya memahami bahasa Indonesia.
"Ini salah satu momen saya ingin mampu bicara bahasa Indonesia,” katanya.
Ketika itu, Will tidak bisa menyampaikan pikirannya melalui bahasa Indonesia. Jadi dia hanya duduk dan diam di kursi depan mobil sampai di tempat tujuan.
Belum hilang rasa dongkol (kesal), supir minta uang Rp30 ribu untuk membayar lelaki yang menumpang taksi tadi. Will tidak mengerti alasan kenapa harus membayar uang tunai ke supir. Padahal, pembayaran taksi Uber melalui sistem online.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Sempat Putus Asa, Pasangan Pengantin Ini Tetap Gelar Resepsi di Tengah Banjir
-
PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Akan Bertemu Raja Charles III dan Hadiri WEF
-
Data Manifes dan Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport
-
Menang Lelang Gedung Eks Kantor Polisi di Melbourne, IMCV Akan Bangun Pusat Dakwah Indonesia
-
Atasi Banjir Jakarta, Dinas SDA Kerahkan 612 Pompa Stasioner dan Ratusan Pompa Mobile
-
Cuaca Buruk dan Medan Terjal Hambat Pencarian Pesawat ATR Hilang di Maros
-
Hujan Semalaman, 29 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir
-
Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
-
Hujan Deras Kepung Jakarta, 48 RT Masih Terendam Banjir Hingga Minggu Siang