Suara.com - Kalangan ibu rumah tangga yang tergabung dalam komunitas Hijabers Mom Cabang Bekasi, Jawa Barat mendukung sertifikasi halal terhadap produk kain.
"Kita selaku konsumen akan merasa aman dan tenang kalau produk yang kita punya telah tersertifikasi halal," kata Wakil Ketua Hijabers Mom Cabang Bekasi Siti Soraya Rahayu di Bekasi, Sabtu (7/2/2016).
Hal itu diungkapkannya dalam kegiatan 'fashion show' busana muslimah bertajuk 'Beauty In life" di Hotel Amarossa Bekasi, Sabtu (6/2/2016). Acara diikuti sekitar 200 anggota Hijabers Mom Bekasi.
Menurut dia, sejumlah produk 'fashion' di Indonesia saat ini ada yang dibuat menggunakan sejumlah bahan baku yang diharamkan oleh hukum Islam.
"Rata-rata merk asing yang sudah jelas-jelas haram untuk dipakai kaum muslim karena ada yang dibuat dari kulit babi dan sejumlah bahan baku haram lainnya," katanya.
Namun pihaknya mengapresiasi pihak perusahaan yang berani terbuka kepada konsumennya perihal jenis bahan baku yang mereka pakai.
"Untungnya masih ada perusahaan yang mau 'fair' dengan terbuka kepada konsumen dengan memberitahu kalau produknya dibuat dari kulit babi dan sejenisnya. Mereka menyadari bahwa konsumen di Indonesia mayoritas adalah muslim," katanya.
Terkait dengan label halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mulai merambah ke produk kain, kata dia, hal itu sah-sah saja selama proses sertifikasinya turut dipublikasikan kepada masyarakat.
"Kembali kepada MUI-nya, apakah mereka mau memublikasikan hasil sertifikasinya perihal latar belakang pemberian label halal atau tidak," katanya.
Menurut ibu ruamh tangga yang akrab disapa Oca itu, keterbukaan MUI terhadap proses sertifikasi penting dilakukan guna menepis opini negatif di masyarakat terkait komersialisasi label halal.
"Jangan sampai label halal MUI di sejumlah produk hijab nanti menjadi perdebatan masyarakat," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat