Suara.com - Korea Utara berhasil meluncurkan roket pembawa satelitnya ke orbit Bumi pada Minggu (7/2/2016) waktu setempat. Peluncuran roket itu menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk negara tetangga seperti Korea Selatan dan Jepang, serta sekutu kedua negara tersebut, Amerika Serikat.
Negara-negara tersebut menilai, peluncuran satelit hanyalah kedok. Mereka menuding peluncuran roket sebenarnya adalah uji coba rudal balistik antar-benua. Selain itu, Korea Utara nekat melakukan peluncuran kendati masih disanksi PBB menyusul uji coba bom nuklir beberapa waktu lalu.
Amerika Serikat mengatakan bakal membahas masalah ini dengan Dewan Keamanan PBB dan mengambil langkah yang dipandang perlu terhadap Korea Utara, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry seperti dikutip Reuters. Sementara itu, Presiden Korea Selatan Park Geun Hye menyebut peluncuran itu sebagai aksi provokasi yang tak termaafkan.
Senada dengan Korsel, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga menyebut peluncuran itu "amat tak bisa diterima", apalagi setelah Korut melakukan uji coba nuklir bulan lalu. Sebelumnya, Jepang berencana menembak jatuh roket Korut, namun kenyataannya, pemerintah negara matahari terbit tidak membuktikan niatnya.
Cina, melalui Kementerian Luar Negerinya, yang notabene memiliki hubungan dekat dengan Korut, memilih tidak bereaksi berlebihan. Mereka hanya menyatakan penyesalan atas keputusan Korut, serta meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak memicu naiknya ketegangan di semenanjung Korea.
Berikut ini adalah beberapa fakta yang perlu diketahui seputar peluncuran roket tersebut.
1. Komando Strategis Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya mendeteksi adanya sebuah rudal di luar angkasa, sementara itu, militer Korea Selatan, seperti dikutip media Korsel, Yonhap, mengatakan, roket Korea Utara tersebut telah berhasil melepaskan sebuah objek di orbit Bumi.
2. Lewat televisi nasionalnya, Korea Utara menyatakan bahwa peluncuran satelit yang diberi nama Kwangmyongsong-4 itu sukses secara keseluruhan. Nama Kwangmyongsong sendiri merupakan modifikasi dari mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong Il. Peluncuran diperintahkan langsung oleh Kim Jong-un, pemimpin Korut penerus Kim Jong Il.
3. Roket diluncurkan pada sekitar pukul 9.30 pagi waktu Seoul atau sekitar pukul 8.30 WIB dengan arah lontar ke selatan, sebagaimana direncanakan. Lintasan roket tersebut di langit tertangkap oleh kamera Televisi Jepang Fuji.
4. Kontroversi peluncuran ini sudah muncul ketika Korea Utara baru saja merencanakan peluncuran, pekan lalu. Korea Utara telah memberitahu Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terkait rencana pelucuran tersebut. Awalnya, roket direncanakan diluncurkan antara 8-25 Februari. Namun, pada Sabtu, rencananya dirubah menjadi tanggal 7-14 Februari. Sepertinya perubahan itu dilakukan karena kondisi cuaca dalam keadaan cerah.
5. Departemen Pengembangan Luar Angkasa Nasional Korea Utara (NADA) menyebut peluncuran tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan ilmu pengatahuan, teknologi, ekonomi, dan kemampuan pertahanan negara.
Berita Terkait
-
Geger! Negara Kim Jong-un Suruh Rakyatnya Makan Sup Daging Anjing untuk Atasi Panas Ekstrem
-
Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara
-
Prabowo Bersedia ke Korea Utara, Apakah Indonesia Punya Hubungan Diplomatik dengan Korut?
-
Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi
-
Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan