Suara.com - Seekor gajah mengamuk di sebuah desa di Negara Bagian Bengal Barat, India bagian timur, Rabu (10/2/2016) waktu setempat. Gajah tersebut merusak sedikitnya 100 bangunan yang ada di desa tersebut, demikian disampaikan saksi mata warga desa.
Sebuah rekaman video amatir yang diambil warga Desa Ektiasal, Siliguri, Bengal Barat, memperlihatkan gajah tersebut berjalan hilir mudik dan menendangi bangunan-bangunan semi permanen yang menghalangi jalannya.
Gajah tersebut masuk ke desa sejak pagi hari dan membangunkan warga dengan suaranya yang keras.
"Gajah tersebut masuk ke desa dari sebuah gajah yang terletak tak jauh dari desa tersebut. Mahluk bertubuh besar itu merusak banyak rumah dan orang-orang ketakutan," kata Milan Saha, warga setempat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Gajah tersebut berhasil dikendalikan setelah dilumpuhkan dengan peluru bius.
Serangan yang dilakukan oleh gajah memang meningkat di India bagian timur. Pakar pelestarian lingkungan hidup mengatakan, kerusakan habitat hewan liar di negara tersebut adalah salah satu alasan mengapa terjadi peningkatan insiden penyerangan hewan liar ke permukiman penduduk.
Sebelumnya diberitakan, seekor macan tutul masuk ke dalam kompleks sekolah di Bangalore, India, Minggu, 7 Februari lalu. Macan tutul yang keluar dari hutan dekat sekolah tersebut menerkam dan melukai sedikitnya enam orang.
(Reuters)
Berita Terkait
-
Mengenal Gajah Juanda, Saat Trotoar Bogor Menjadi Arena 'Skakmat' di Tengah Deru Kota
-
Dedi Mulyadi Niat Boyong Gajah Sumatera ke Bandung Zoo, Melanie Subono Balas Pakai Logika Terbalik
-
Gajah Indonesia Butuh Perhatian: Selamatkan Mereka dari Kesalahan Alih Fungsi Hutan
-
Separuh Habitat Hilang, Ini Strategi Pemerintah Selamatkan Gajah Indonesia
-
Prabowo Berikan 90.000 Hektare Izin Pemanfaatan Hutan untuk Konservasi Gajah Sumatra
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko