Suara.com - Otoritas penyelenggara MotoGP, Dorna Sports, berikan tenggat waktu baru bagi pemerintah Indonesia untuk memutuskan jadi tidaknya menggelar balapan MotoGP 2017 di tanah air.
Pemberian toleransi waktu yang baru ini sebagaimana diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi setelah berkomunikasi dengan pihak Dorna.
"Setelah kami berkomunikasi dengan Dorna, akhirnya batas waktunya diperpanjang hingga Juni. Bukan Februari ini," kata Menpora Imam Nahrawi di sela-sela penandatangan MoU dengan Bekraf di Kantor Kemenpora Jakarta, Jumat (12/2/2016).
Pertemuan antara Kemenpora dan Dorna terjadi di awal bulan ini. Dalam keputusannya, Dorna memberi kesempatan kepada Indonesia untuk mempersiapkan diri menggelar balapan motor roda dua paling bergengsi di dunia tersebut.
Keputusan Dorna ini turut pula membangkitkan geliat di daerah-daerah di Indonesia. Dalam hal ini, banyak daerah yang bersedia menjadi tuan rumah, seperti Bali dan DKI Jakarta.
"Memang ada usulan digelar di Gelora Bung Karno. Namun juga belum ditetapkan. Saat ini baru dilakukan pengukuhan dan perincian dari Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Menpora.
"DKI Jakarta bahkan telah menyiapkan tempat di Tegal Alur. Jawa Barat siap bangun sirkuit berkelas internasional di wilayah Cisum Dawuh. Begitu juga dengan Surabaya dan Bali," lanjut Menpora. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo