Suara.com - Kurang dari sebulan lagi balapan motor paling bergengsi di dunia, MotoGP 2016, akan digelar. Seluruh kontestan pun mulai sibuk menyiapkan diri dan tunggangannya menghadapi kompetisi yang diramal bakal lebih ketat di musim ini.
Salah satu yang memberikan penilaian tersebut adalah Jorge Lorenzo. Juara dunia MotoGP musim lalu itu menilai kemungkinan ketatnya persaingan musim ini lantaran semua tim memiliki unit kontrol elektronik (ECU) yang sama.
"Musim ini perjuangan untuk menjadi juara dunia akan jauh lebih keras, karena semua motor memiliki ECU yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada mesin dan sasis motor masing-masing," jelas Lorenzo.
Di sisi lain, pembalap Spanyol berusia 28 tahun itu memaparkan belum puas dengan hasil tes pramusim yang dilakukan sejauh ini. Lorenzo sempat jadi yang terbaik di hari pertama dan terakhir tes pramusim di Sepang, Malaysia, awal Februari ini.
Namun, performanya melorot saat tes pramusim kedua di Phillips Island, Australia. Hasil terbaik Lorenzo selama tes di Phillips Island hanyalah peringkat ketiga, yakni di hari kedua. Sedangkan di hari pertama dan ketiga, Lorenzo menempati urutan 16 dan sembilan.
"Saat tes di Sepang, semuanya berjalan baik bagi kami. Tapi, di Phillips Island jadi situasi yang lebih rumit," ujar Lorenzo. "Yamaha memang telah beradaptasi sangat baik dengan ban Michellin, tapi terlalu dini untuk menarik kesimpulan." (Tutto Motori)
Hasil Tes Pramusim Jorge Lorenzo
Sirkuit Sepang, Malaysia (1-3 Februari 2016):
Hari I: 2 menit 0,684 detik (posisi 1)
Hari II: 2 menit 0,155 detik (posisi 2)
Hari III: 1 menit 59,580 detik (posisi 1)
Sirkuit Phillips Island, Australia (17-19 Februari 2016)
Hari I: 1 menit 39,825 detik (posisi 16)
Hari II: 1 menit 29,357 detik (posisi 3)
Hari III: 1 menit 29,760 detik (posisi 9)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis
-
Rakyat Rugi Besar! Ini Bahaya Pilkada jika Dikembalikan ke DPRD Menurut Netgrit