Ketua Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), Rhoma Irama, mengunjungi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (3/3). [suara.com/Oke Atmaja]
Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi ditunda DPR, namun bukan berarti sudah aman. Pasalnya, sewaktu-waktu, pemerintah dan dewan bisa melanjutkan revisi.
Kalau revisi tetap dilanjutkan, Raja Dangdut yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Islam Damai dan Aman, Rhoma Irama, akan menentangnya.
"Kalau sampai pemerintah dan DPR tetap melaksanakan perubahan UU KPK, itu terlalu," kata Rhoma dengan nada khasnya. di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (3/3/2016).
Kalau revisi tetap dilanjutkan, Raja Dangdut yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Islam Damai dan Aman, Rhoma Irama, akan menentangnya.
"Kalau sampai pemerintah dan DPR tetap melaksanakan perubahan UU KPK, itu terlalu," kata Rhoma dengan nada khasnya. di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (3/3/2016).
Ayah dari penyanyi Ridho Rhoma tersebut menilai UU KPK yang ada sekarang sudah baik untuk mendukung kinerja KPK. Itu sebabnya, kata Rhoma, tidak perlu direvisi.
"Dan terutama, kami mendukung KPK untuk menolak revisi UU KPK, karena KPK sudah kuat dan tidak perlu direvisi lagi," kata Rhoma.
"Dan terutama, kami mendukung KPK untuk menolak revisi UU KPK, karena KPK sudah kuat dan tidak perlu direvisi lagi," kata Rhoma.
Hari ini, Rhoma datang ke KPK dengan tujuan untuk memberikan dukungan kepada KPK untuk terus memberantas korupsi.
Dia berharap dengan banyaknya dukungan dari masyarakat, KPK semakin kuat dan profesional.
"Kira-kira, ini sebagai simbol dukungan Partai Idaman kepada KPK agar terus meningkatkan profesionalismenya, di dalam menegakkan pemberantasan korupsi ini," kata Rhoma.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor