Suara.com - Pekerjaan rumah besar menghantui kontestan top MotoGP, Repsol Honda. Betapa tidak, dalam tes pramusim hari pertama di Sirkuit Losail, Qatar, bisa dibilang jadi hari yang mengecewakan bagi tim yang berbasis di Aalst, Belgia, itu.
Dua pembalapnya, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, terlempar dari posisi lima besar yang tercepat dalam tes kemarin. Peringkat Marquez adalah yang paling baik, urutan 10, dengan catatan waktu 1 menit 56,523 detik atau terpaut 1,071 detik dari rivalnya, Jorge Lorenzo.
Sedangkan, Pedrosa peringkatnya tiga tingkat di bawah Marquez dengan terpaut 1,458 detik dari Lorenzo. Marquez pun menyadari jika performa motor RC213V yang jadi tunggangannya masih belum padu dengan ban Michelin dan sistem elektronik yang baru.
"Kami sadar Qatar adalah salah satu sirkuit tersusah dalam kalender balapan kami," kata Marquez. "Kami masih jauh dari yang seharusnya kami lakukan di trek ini. Dalam beberapa hari ke depan kami harus mencoba lebih memahami yang tepat untuk di trek ini."
Dalam tes hari kedua yang berlangsung hari ini, Marquez berharap timnya bisa memperbaiki performa motornya. Spesifik, pembalap berjuluk The Baby Alien ini menyebut motornya kurang kencang saat melibas tikungan.
"Saya merasa sudah lebih baik saat pengereman dan masuk ke tikungan. Tapi, kami harus bekerja lebih keras lagi ketika keluar dari tikungan, karena terlalu banyak makan waktu di sana. Dan di sirkuit yang punya karakter cepat seperti Losail tentu jadi kerugian kami jika tak bisa diperbaiki segera," papar Marquez. (AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat