Suara.com - Aparat kepolisian menciduk tiga tersangka penipu yang mengatasnamakan menteri. Mereka bernisial IA (45), S (50), dan D (34).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Krishna Murti menjelaskan modus operandi para tersangka. Mereka menghubungi orang-orang yang akan pensiun dan mengincar jabatan.
"Mencari biodata pejabat era kabinet bersatu jilid dua dan menghubungi calon korban untuk di tawarkan menjadi komisaris BUMN," kata Krishna, Selasa (8/3/2015).
Nama menteri yang dicatut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiaso.
Masing-masing tersangka punya peran masing-masing saat beraksi. IA yang merupakan otak penipuan berperan memberikan tugas kepada dua rekannya agar menyiapkan KTP palsu atas nama pejabat dan membuat rekening untuk menampung uang kiriman korban.
Singkat cerita, mereka ditangkap di tiga lokasi. Polisi menciduk IA di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (28/2/2016) malam.
Setelah itu, polisi menangkap S di Jakarta Utara dan D ditangkap di Bekasi Timur.
Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti berupa 12 unit telepon genggam, dua buku agenda yang berisi alamat para pengusaha, perusahaan dan pejabat negara TNI atau Polri, beberapa sim card yang sebelumnya dibuang ke septic tank, dan satu buku daftar nomor handphone pejabat dan TNI.
Buku tabungan yang mereka buat namanya mirip-mirip para menteri, seperti buku tabungan Bank Jawa Barat atas nama Ris Sumarno (mirip nama menteri BUMN Rini Soemarno), Pratikno (mirip nama Menteri Pratikno), Ignan Jonan (mirip nama Menteri Perhubungan Ignasius Jonan). Polisi juga menyita sembilan ATM Bank Jabar, tiga ATM Bank Artha Graha, dan empat ATM palsu atas nama Dera, Pratikno, Ris Sumarno, dan Aria Bima serta satu ATM Bank Mandiri.
Ketiga tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman pidana maksimal empat tahun penjara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal