Suara.com - Legislator Kabupaten Tangerang, Banten, menyatakan bahwa pembongkaran kawasan prostitusi di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, harus melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi matang kepada pemilik bangunan, agar tidak menimbulkan bentrok.
"Karena mereka sudah puluhan tahun mendiami tempat itu, tiba-tiba dibongkar, tentu menghilangkan penghasilan untuk membiayai kelangsungan hidup," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Nazil Fikri, di Tangerang, Sabtu (12/3/2016).
Nazil mengatakan, rencana pembongkaran bangunan di Dadap pada tanggal 26 Mei 2016 itu tidak boleh gegabah dilakukan. Menurutnya, harus ada pendekatan perorangan oleh aparat kepada masing-masing pemilik bangunan.
Hal itu dikatakan sehubungan dengan langkah Pemkab Tangerang menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk membuat rencana kawasan Dadap menjadi pusat kajian Islam dan kampung nelayan. Dalam paparan itu, Pemkab Tangerang sudah mendapatkan gambaran rencana dari Prof Budi Pratikno dari UGM untuk mengubah kawasan kumuh itu menjadi lebih baik.
Sementara saat ini, kawasan Dadap dikenal merupakan perkampungan nelayan yang kumuh di mana terdapat lokasi prostitusi, sehingga perlu dirombak dan ditata. Kawasan Dadap yang seluas sekitar 12 hektare sendiri diketahui merupakan kawasan milik PT Angkasara Pura II, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sementara sisanya merupakan tanah pengairan.
Pemkab Tangerang sendiri disebut sudah menyediakan dana Rp10 miliar dari APBD setempat untuk biaya pembongkaran, termasuk juga untuk pelatihan bagi PSK, mucikari maupun germo. Direncanakan pembongkaran bangunan dilakukan pada 26 Mei, dan saat ini sedang proses sosialisasi kepada pemilik bangunan berikut para PSK dan mucikari.
Nazil mengatakan lagi bahwa Pemkab Tangerang harus memperjelas jalur hijau yang ada di Dadap, supaya menjadi paru-paru kota dan bermanfaat karena warga dapat menghirup udara bersih. Sementara, upaya sosialisasi oleh instansi terkait diharapkan jangan satu arah dengan gaya memberi ultimatum, melainkan dengan mendengarkan juga aspirasi pemilik bangunan.
Nazil pun menambahkan, proyek penataan kawasan Dadap merupakan jangka panjang, sehingga jangan sampai terjadi persoalan hukum belakangan lantaran kurangnya sosialisasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang, Iskandar Mirsyad, mengatakan telah memiliki perencanaan matang dalam penataan kawasan prostitusi di Desa Dadap, mulai dari pembongkaran pada 26 Mei hingga akhir Desember 2018. Demikian pula soal penataan kawasan tesebut, yang menurutnya diupayakan tidak mengunakan APBD setempat melainkan dari dana CSR.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Pemkab Tangerang, Yusuf Herawan, sempat menyatakan bahwa keberadaan sejumlah bangunan di kawasan prostitusi di Desa Dadap, itu antara lain melanggar Perda 10 tahun 2006 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bebas dari Tahanan dan Divonis Pengawasan, Laras Faizati: Keadilan Belum Sepenuhnya Ditegakkan!
-
Cara Benar Isi Jumlah Tanggungan Orang Tua di Portal SNPMB 2026
-
Ini Bocoran Isi RUU Perampasan Aset yang Dipaparkan Badan Keahlian DPR di Komisi III
-
RUU Perampasan Aset: BK DPR Jelaskan Skema Non-Vonis untuk Pelaku Kabur atau Meninggal
-
4 Alasan Hakim Vonis Laras Faizati 6 Bulan Tapi Langsung Bebas
-
Tok! Laras Faizati Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Penghasutan, Tapi Hakim Perintahkan Langsung Bebas
-
Tok! Laras Faizati Bebas dari Penjara, Hakim Jatuhkan Pidana Pengawasan 1 Tahun
-
Sekolah Rakyat Diklaim Jadi yang Pertama di Dunia Ukur Bakat Siswa Pakai AI
-
7 Fakta Ketua PBNU Diduga Terima Duit Haram Korupsi Kuota Haji
-
Ancaman Mata Kering SePeLe di Balik Layar Laptop Mengintai Pekerja Remote, INSTO Dry Eyes Solusinya