Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak mau ambil pusing setelah maraknya transportasi ojek online di Ibu Kota. Padahal ojek diketahui bukan merupakan alat transportasi, hal itu tak diatur dalam Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.
"Kalau ojek sepeda motor itu memang nggak ada dasarnya, jadi sama aja kayak orang jualan PKL," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Walaupun tak mempermasalahkan keberadaan ojek online, pemprov DKI dikatakan Ahok hanya akan membatasinya dengan cara menerapkan kawasan yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.
"Paling bagi kami nanti membatasi motor nggak boleh lewat jalur tertentu. Nanti kita gantikan dengan bus. Kalau satu bus dibandingkan dengan motor itu bisa seratusan motor lho dijejerin," kata Ahok.
"Nah sekarang bagaimana caranya mindahin orang dari kendaraan kecil itu ke kendaraan yang besar itu saja," sambung Ahok.
Lebih lanjut, ia menjamin setelah pemprov DKI mampu menyediakan transportasi yang layak maka mau tidak mau para penumpang setia ojek online akan pindah ke angkutan massal dengan sendirinya. Terlebih para penumpang nantinya juga dapat melihat di mana mobil itu berada melalui aplikasi.
"Ya nanti lama-lama kalau busnya tambah banyak dan gratis di tempat itu kamu mau naik ojek nggak? Dulu kan saya datangkan bus articulated scania, nah sekarang kita sudah pesan lagi yang deck-nya rendah untuk kursi roda segala macam. Itu akan berjalan di jalur bus biasa," jelas Ahok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak
-
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
-
Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
-
AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?
-
4 Oknum Polisi di Madiun Terlibat Kasus Peredaran Narkoba
-
Kejati Bengkulu Dalami Dugaan Mark Up Proyek PLTA, Dokumen Disita dari Tiga Lokasi
-
Refly Harun Bongkar 7 Keberatan di Kasus Ijazah Jokowi: Ijazah Asli Justru Makin Meragukan
-
Momen Haru Sidang Kasus Demo Agustus, Ayah Terdakwa Peluk Anak di PN Jakut
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
-
Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya