Ilustrasi paripurna DPD [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Rapat paripurna DPD, Kamis (17/3/2016) sore, diwarnai kericuhan. Kericuhan terjadi karena Ketua DPD Irman Gusman dan Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad tidak menandatangani tata tertib yang diajukan Badan Kehormatan.
Tata tertib itu menyoal masa jabatan pimpinan DPD yang awalnya lima tahun kemudian berubah menjadi 2,5 tahun. Putusannya sudah disepakati dalam rapat DPD pada 15 Januari 2016 dan tinggal diteken pimpinan.
"Ini momen terakhir pimpinan untuk menandatangani di muka sidang. Bila tidak, kita sulit memperhitungkan apa yang akan terjadi," kata Ketua BK A. M. Fatwa. Fatwa pun maju ke meja pimpinan untuk menyodorkan berkas tersebut.
Tata tertib itu menyoal masa jabatan pimpinan DPD yang awalnya lima tahun kemudian berubah menjadi 2,5 tahun. Putusannya sudah disepakati dalam rapat DPD pada 15 Januari 2016 dan tinggal diteken pimpinan.
"Ini momen terakhir pimpinan untuk menandatangani di muka sidang. Bila tidak, kita sulit memperhitungkan apa yang akan terjadi," kata Ketua BK A. M. Fatwa. Fatwa pun maju ke meja pimpinan untuk menyodorkan berkas tersebut.
Namun, Irman dan Farouk tidak langsung menandatanganinya. Interupsi dari anggota pun langsung bermunculan. Situasi semakin tak terkendali. Bahkan, aksi gebrak meja pun terjadi.
Melihat keadaan makin tak kondusif, Irman mengetuk palu sebagai tanda rapat ditutup. Usai ditutup, dia dan Farouk langsung meninggalkan rapat.
Usai rapat, senator asal Sulawesi Utara Benny Ramadhani mengatakan akan mengajukan mosi tidak percaya atas peristiwa hari ini. Dia menyebutnya sebagai pembangkangan dan pelanggaran sidang paripurna.
Melihat keadaan makin tak kondusif, Irman mengetuk palu sebagai tanda rapat ditutup. Usai ditutup, dia dan Farouk langsung meninggalkan rapat.
Usai rapat, senator asal Sulawesi Utara Benny Ramadhani mengatakan akan mengajukan mosi tidak percaya atas peristiwa hari ini. Dia menyebutnya sebagai pembangkangan dan pelanggaran sidang paripurna.
"Ini pembangkangan. Tidak hanya itu, ini pelanggaran terhadap sidang paripurna," kata Benny.
Dia menerangkan keputusan untuk penetapan periode kepemimpinan DPD sudah dirapatkan lewat panitia khusus yang juga sudah mengundang pakar.
"Ini tidak ada kaitannya dengan subyektivitas. Ini sudah ada Pansus Tata tertib, tidak hanya anggota, pakar juga sudah diundang," kata Benny.
"Atas sikap pimpinan DPD, maka kami dengan sadar 62 nama yang di awal mendukung Tata Tertib ini akan ditindaklanjuti jadi pernyataan Mosi tidak percaya kepada pimpinan," tambah Benny.
Dia menerangkan keputusan untuk penetapan periode kepemimpinan DPD sudah dirapatkan lewat panitia khusus yang juga sudah mengundang pakar.
"Ini tidak ada kaitannya dengan subyektivitas. Ini sudah ada Pansus Tata tertib, tidak hanya anggota, pakar juga sudah diundang," kata Benny.
"Atas sikap pimpinan DPD, maka kami dengan sadar 62 nama yang di awal mendukung Tata Tertib ini akan ditindaklanjuti jadi pernyataan Mosi tidak percaya kepada pimpinan," tambah Benny.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi
-
101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy