Suara.com - Protes atau unjuk rasa terhadap keberadaan dan aktivitas transportasi berbasis aplikasi (online) sebenarnya bukan hal yang sama sekali baru. Di dunia, aksi penentangan dan ketidaksukaan atas layanan taksi atau kendaraan sewa berbasis online Uber misalnya, bahkan sudah berlangsung setidaknya sejak 2-3 tahun lalu, tak lama sejak usaha itu resmi meluncur dan berkembang.
Aksi-aksi protes yang sejauh ini terjadi di sejumlah kota di berbagai belahan dunia, bahkan juga melibatkan tindak kekerasan dan anarkisme. Salah satu contoh misalnya adalah aksi protes para pengemudi taksi di Prancis, pada Juni 2015 lalu.
Sebagaimana antara lain dilansir laman News.com.au, setidaknya ribuan pengemudi taksi di beberapa kota di Prancis terlibat dalam aksi hampir setahun lalu itu. Tidak saja memblokir sejumlah besar jalan-jalan utama, mereka juga membakar ban dan sejumlah mobil, merusak, melakukan penganiayaan, hingga bentrok dengan aparat keamanan.
Dalam salah satu kejadian, seorang sopir yang mengaku tak ada kaitannya dengan Uber atau transportasi berbasis aplikasi apa pun, tetap diseret keluar mobilnya oleh pendemo, ketika mobilnya saat itu berjumpa blokade jalan di sebelah barat Paris. Para sopir taksi pendemo yang marah lantas merobek ban mobilnya, memecahkan kaca, lalu membakar mobil itu bersama satu mobil van lainnya.
Masih pada momen yang sama, sementara itu di Strasbourg saat itu, sejumlah sopir taksi dilaporkan berpura-pura menjadi penumpang yang memesan layanan Uber. Mereka melakukan itu untuk menjebak para sopir Uber, sebelum kemudian membawanya ke gudang atau tempat sepi untuk dianiaya.
Salah satu pesohor dunia, rocker perempuan asal Amerika Serikat, Courtney Love, bahkan mengaku menjadi salah satu saksi korban dalam peristiwa saat itu. Ketika itu, mobil yang ditumpangi Love dalam perjalanan dari bandara di Paris, diserang sekelompok orang, di mana sang sopir ditahan kawanan itu sementara mobilnya dirusak. Janda Kurt Cobain itu pun sempat menyiarkan kejadian tersebut via Twitter.
Polisi anti-huru hara Paris akhirnya harus melakukan tindakan keras guna membubarkan demo dan kerusuhan saat itu. Di Paris saja, polisi mencatat saat setidaknya 10 orang ditahan, sementara 7 petugas polisi terluka, dan sekitar 70 kendaraan rusak dalam unjuk rasa berujung bentrok antara sopir taksi konvensional vs Uber itu.
Paris dan kota lain di Prancis hanyalah salah satu contoh di mana terjadi protes hebat terhadap keberadaan transportasi berbasis online (dalam hal ini Uber) yanng dilakukan oleh para pengemudi taksi konvensional. Ada banyak kota dan tempat lainnya di dunia yang sebelumnya dan hingga sekarang juga mengalami hal serupa.
Berikut beberapa catatan di antaranya (di luar protes-protes kecil dan permasalahan legal):
-11 Juni 2014: Secara hampir serentak, armada taksi (konvensional) memblokir jalan-jalan utama di hampir semua kota-kota besar Eropa, termasuk di antaranya Madrid, Barcelona, Berlin, Roma, Milan, London, Warsawa, hingga Zagreb (Kroasia) dan lain-lain. Protes mereka terutama lantaran Uber dan jasa transportasi sejenis dinilai "mengancam kelangsungan hidup" mereka, serta bahwa Uber dan sejenisnya tak mengikuti aturan dan harga yang sama dengan transportasi konvensional.
-25 Juni 2015: Demo besar-besaran armada taksi di Prancis. Transportasi sewa di Paris lumpuh.
-24 Juli 2015: Sekitar seribu pengemudi taksi di Rio de Janeiro, Brasil, memblokir lalu lintas pada jam-jam sibuk di pagi hari, dalam rangka memprotes ekspansi Uber ke kota itu.
-21 Agustus 2015: Bertepatan dengan mulai beroperasinya Uber di Kosta Rika, pihak pemerintah sempat mengimbau taksi (konvensional) untuk melacak keberadaan Uber. Ini dimanfaatkan oleh para sopir taksi untuk menjebak sopir-sopir Uber, bahkan berujung pada pengrusakan salah satu armada Uber.
-14 Maret 2016: Sejumlah besar pengemudi taksi melakukan unjuk rasa, salah satunya dengan memblokir jalan utama di Bogota, Kolombia, sebagai bentuk protes terhadap keberadaan dan aktivitas Uber.
-18 Maret 2016: Kembali terjadi aksi protes dan blokade jalan oleh para sopir taksi di San Jose, Kosta Rika, yang terutama berkaitan dengan keterlibatan Uber dalam sebuah acara pameran lowongan kerja di kota itu. [News/Reuters/Telegraph/AFP]
Berita Terkait
-
Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Promo Spesial MyBluebird, Mobilitas Jadi Lebih Hemat
-
Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Taksi Tanpa Sopir Asal China Kini Siap Kuasai Jalanan
-
Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan