Suara.com - Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan berbau kontroversi. Trump menilai, umat Islam seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk membantu mencegah serangan teror seperti yang terjadi di Belgia dan menewaskan 34 orang.
Lansiran Reuters, pendapat itu disampaikan Trump, si pengusaha AS, dalam sebuah wawancara televisi Inggris, ITV, yang ditayangkan Rabu (23/3/2016) waktu setempat. Menurut Trump, selama ini umat Islam tidak melaporkan aktivitas mencurigakan yang terjadi di sekitar mereka.
"Ketika mereka (umat Islam) melihat sesuatu yang tak beres, mereka harus melaporkannya, (namun) mereka tidak melaporkannya, mereka sama sekali tidak melaporkannya, dan itu menjadi masalah besar," kata Trump dalam wawancara tersebut.
Pernyataan Trump disampaikan menyusul dua ledakan bom yang mengguncang Bandara Brussels dan satu ledakan lainnya yang memporak-porandakan sebuah kereta bawah tanah di stasiun Maelbeek, Brussels, Belgia, Selasa lalu.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara di program "The Situation Room" yang ditayangkan CNN, Trump sudah lebih dahulu mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan, meski bukan hal baru. Trump kembali menegaskan rencananya untuk melarang orang Muslim masuk ke Amerika Serikat apabila dirinya terpilih menjadi presiden kelak.
Kemudian, ia juga mendukung ide kandidat presiden lainnya, Ted Cruz - rivalnya di Partai Republik - yang menyerukan diadakannya patroli di permukiman-permukiman warga Muslim di AS.
"Anda harus membuat pengecualian-pengecualian tertentu, dan pengecualian-pengecualian pada para gubernur negara bagian dan sebagian orang-orang ini, dan saya tidak mengatakan bahwa kita tidak melakukan itu," kata Trump seperti dikutip oleh The Hill.
Menurutnya, kebijakan itu menjadi pilihan terbaik untuk mencegah peristiwa seperti di Brussels terjadi di AS. Ia juga mengkritik pemerintah AS berkuasa karena tidak bertindak tegas.
"Tapi kita punya masalah dan rakyat tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kita memiliki pemerintahan yang tak becus, pemerintahan yang tidak paham... pemerintah tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata Trump.
Selain itu, Trump juga mengatakan, penyiksaan jadi jalan terbaik untuk mengoreksi informasi dari tersangka pelaku teror, dalam hal ini Salah Abdeslam. Salah Abdeslam diciduk polisi Brussels pada Jumat pekan lalu atas tuduhan terlibat dalam serangan teror Paris, Prancis, November tahun lalu.
"Ia akan cepat bicara dengan penyiksaan," katanya.
"Jika saja ia bicara, mungkin puluhan orang ini tak perlu mati dan terluka parah, karena mungkin saja ia mengetahui soal itu (serangan Brussels). Saya bertaruh dia tahu tentang pengeboman yang terjadi hari ini," ujar Trump.
Berita Terkait
-
Viral Donald Trump Diduga Beri Isyarat Jari Tengah Saat Kunjungi Pabrik Ford
-
Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara
-
Ulah Baru Trump: Blokir Visa Suporter Brasil dan 14 Negara Peserta Piala Dunia 2026
-
Trump Tangkap Nicolas Maduro: Kalau Presiden Tumbang, Gimana Nasib Venezuela?
-
Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra