Suara.com - Sebagian warga Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku tidak tahu menahu isu akan ada cap jempol darah pada hari Jumat (1/4/2016) sebagai tanda menolak rencana revitalisasi perkampungan mereka oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Isu tersebut menyusul terbitnya surat pemberitahuan terkait rencana revitalisasi kawasan wisata Sunda Kelapa, Museum Bahari, dan kawasan Luar Batang. Surat yang diteken Camat Penjaringan Abdul Khalit diedarkan kepada warga RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 4 pada Kamis (24/3/2016), karena lokasinya berada di atas aset milik pemerintah.
"Warga belum mengetahui baru dengar, untuk penolakan penggusuran seperti itu," kata warga Luar Batang, Nurdin Rizal (54), kepada Suara.com, Selasa (29/3/2016).
Tapi, kalau niat pemerintah tersebut benar-benar diwujudkan, Nurdin mengatakan akan melakukan aksi melebihi cap jempol darah.
"Bila benar tempat kami dibongkar, kami lakukan lebih dari cap Jempol mas, kami bertahan di sini apapun terjadi," kata Nurdin.
Warga Luar Batang bernama Marzuki (31) juga menolak rencana revitalisasi.
"Soal cap jempol darah, tidak tahu mas. Soal itu kami hanya mau bertahan di rumah kami, tidak mau dibongkar," ujar Marzuki.
Di tengah rencana revitalisasi, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendengar isu sebagian warga akan mengumpulkan cap jempol darah usai salat Jumat. Ahok malah mempersilakan mereka.
"Silakan saja, kami nggak ada cerita cap jempol darah kok. Sekarang dia dudukin tanaman, laut, dan mau tinggal dimana? Saya kan mau tertibkan yang di atas laut (terlebih dahulu)," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.
Ahok mengatakan setelah sebagian pemukiman ditertibkan, pemerintah akan membangun tiang pancang atau sheet pile yang berfungsi sebagai penghalang air laut pasang agar tidak naik ke pemukiman.
"Makanya kami mau buat sheet pile. Kalau air laut pasang, bisa pompa nggak air ke Ciliwung? Tidak bisa. Saya butuh sheet pile. Kalau air laut pasang lebih tinggi dan masuk ke dalam pompa, ya tenggelam Jakarta," kata Ahok.
Sebelumnya sempat beredar kabar, pemerintah juga akan membongkar Masjid Jami Keramat Luar Batang yang di dalamnya terdapat Makam Al Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Tetapi, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan itu tidak benar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya