Suara.com - Biro Penyidik Federal Amerika Serikat (FBI) tengah memeriksa sejumlah komputer laptop milik para tersangka teror bom Brussels, guna melacak jaringan militan di balik serangan di Bandara Brussels dan kereta bawah tanah di stasiun Maelbeek tersebut.
Laptop-laptop tersebut, lansiran Reuters, tiba di Amerika Serikat pada hari Jumat dan kini tengah diteliti oleh para pakar FBI.
Sementara itu, The Wall Street Journal, dalam pemberitaan hari Senin mengatakan bahwa Belgia memberikan salinan perangkat penyimpanan data laptop kepada FBI. Tidak diketahui pasti, apakah para teknisi FBI telah menemukan data signifikan dari perangkat tersebut.
Upaya yang dilakukan FBI tersebut merupakan bagian dari janji AS untuk membantu mengungkap dalang teror yang menewaskan 32 orang tersebut.
Pada hari Sabtu, Presiden Barack Obama mengatakan, sebuah tim yang terdiri atas agen FBI tengah membantu penyelidikan otoritas Belgia.
Sejumlah pejabat AS mengatakan, kerja badan keamanan dan intelijen Belgia dan Prancis agak terkendala masalah politik internal, keuangan, dan budaya, termasuk perbedaan bahasa tutur antara para penyidik. (Reuters)
Tag
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi