Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memperketat izin pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Ini sebagai solusi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan kebakaran hutan mengeluarkan energi yang sangat besar. Ini memberikan kontribusi emisi karbon dari sektor energi.
"Mula-mula berasumsi bahwa energi akan lebih gede, tapi sekarang setelah terjadi kebakaran hutan, ya mikir lagi kita," Kata Siti Nurbaya saat ditemui di Ruang Rimbawan 1, Kompleks Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jalan Jendral Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).
Menurut Siti Nurbaya, pihaknya telah mengeluarkan beberapa kebijakan sebagai upaya untuk menahan peningkatan emisi karbon.
"Kebijakan-kebijakannya kan kita kencangkan. Misalnya menahan perijinan untuk batu bara, menahan perijinan untuk sawit, melakukan pemulihan lahan gambut, itu semua arah kita untuk menahan karbon," Kata Siti.
Perlu diketahui, menekan emisi karbon, terutama yang dihasilkan dari kegiatan operasi badan usaha, merupakan komitmen Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada perundingan internasional, United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) terkait perubahan iklim atau lebih dikenal Conference of Parties ke-21 (COP21) di Paris, Desember tahun lalu. (Dian Rosmala)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel