Suara.com - Salah satu pimpinan PPP Djan Faridz menyebut ada pihak yang tidak menginginkan dua kubu di partainya bersatu. Indikatornya ada surat keputusan Menteri Hukum dan HAM yang menyatakan kepengurusan dikembalikan ke hasil Muktamar Bandung dengan Suryadharma Ali sebagai ketua umum dan Romahurmuziy sebagai sekretaris jenderal.
"Ada sekelompok orang yang tidak ingin kawan-kawan bersatu. Kami sudah baik-baik ingin permasalahan selesai, tiba-tiba ada orang jahil yang jelas bertentangan dengan putusan MA (Mahkamah Agung). Kalau beliiau (menkumham) mengeluarkan SK tersebut saya yakin tanpa beliau mengerti dan sadari," kata Djan Faridz di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (3/4/2016).
Setelah keluar SK, menurut Djan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin -- menteri dari PPP -- mengajak kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy menghadap Presiden Joko Widodo. Djan menganggap langkah Lukman telah keluar dari jalur karena turut terlibat dalam urusan politik partai.
"Kemarin saya lihat menag yang tergabung dalam kabinet Jokowi yang di dalam peraturan Menteri diharamkan untuk mencampuri urusan politik, justru beliau membawa rombongan yang tak dikenal menghadap Presiden. Dia menceritakan akan mengadakan muktamar islah," ujar dia.
Menurut dia, Lukman telah memberikan informasi yang salah kepada Presiden Jokowi dengan membawa kubu Romahuzmiy datang ke Istana. Padahal, menurut Djan, kepengurusan Romahurmuziy berdasarkan SK Menkumham dianggap bertentangan dengan putusan MA yang menyatakan kepengurusan PPP adalah versi Muktamar Jakarta.
"Ini adalah kasus besar, beliau menyatakan akan mengadakan Muktamar Islah. Bayangkan Presiden diberi informasi yang salah. Saya akan buat laporan resmi pada Presiden, Seskab, Sesneg untuk mengkaji ulang, jangan sampai beliau hadir. Kami minta pengurus PPP seluruh Indonesia untuk mengabaikan undangan dari mereka," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan