News / Nasional
Minggu, 03 April 2016 | 23:45 WIB
Olah TKP tewasnya anggota kelompok Santoso. [Antara]

Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, kembali merilis 29 orang anggota kelompok Santoso alias Abu Wardah yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tiga di antara ke-29 orang itu adalah perempuan.

Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriady, di Poso, Minggu (3/4/2016), mengatakan bahwa sebelumnya jumlah DPO terorisme anggota Santoso adalah sebanyak 41 orang. Namun, seiring berjalannya Operasi Tinombala 2016, sebanyak 10 orang dinyatakan tewas dan dua orang ditangkap hidup-hidup.

"Artinya, jumlah saat ini tersisa 29 orang yang masuk dalam DPO terorisme di wilayah Poso," ungkapnya, di Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso.

 
Dikatakan Rudy, saat ini pihak kepolisian terus menyebarkan poster yang terdapat gambar ke-29 DPO tersebut ke masyarakat, agar khalayak bisa mengetahui ciri dan penampilan mereka. Hal ini dilakukan juga untuk memberikan kewaspadaan diri bagi masyarakat.

"Jumlah terakhir ini masih terus dilakukan pengejaran oleh aparat gabungan TNI-Polri," ujarnya.

Menurut Rudy, tidak menutup kemungkinan ada tambahan orang yang masuk dalam kelompok Santoso, namun tidak termasuk di dalam DPO. Hal ini menurutnya lantaran pergerakan mereka yang tidak seluruhnya diketahui oleh aparat keamanan.

"Tetapi yang terakhir ini sudah berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ditangkap sebelumnya. Kami juga akan lebih intens lagi dalam penanganan tindak terorisme yang ada di Sulteng," tandasnya.

Kapolda juga mengatakan bahwa keberhasilan yang dicapai saat ini, bukanlah hanya berkat tindakan pihak Polri. Melainkan ini merupakan juga buah dari sinergitas dengan TNI, yang juga sangat berperan penting dalam Operasi Tinombala 2016.

"Kami sangat optimistis bisa menangkap dan menyelesaikan terosisme di Sulteng. Itu semua karena adanya kerja sama Polri dan TNI. Tetapi di sisi lain, peran pemerintah dan masyarakat juga diharapkan lebih maksimal, sehingga (kita) bisa bersama-sama menuntaskannya," tutup Rudy. [Antara]

Load More