Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok angkat bicara terkait upaya pencekalan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bos Agung Sedayu Group Aguan Sugianto.
Menurutnya upaya pencegahan ke luar negeri ditujukan agar Aguan Sugianto bisa kooperatif terhadap pemeriksaan yang nantinya dilakukan penyidik KPK.
"Saya baca berita, saya kira kalau kepentingan harus kita hargai. KPK kan nggak mau ada yang lari ke luar negeri kalau dipanggil gampang," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/4/2016).
Namun mantan Bupati Belitung Timur itu enggan menanggapi saat disinggung apakah upaya cekal Aguan Sugianto diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap anggota DPRD DKI yang telah menetapkan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro sebagai tersangka. Ahok hanya mengatakan penyidik KPK pasti memiliki alasan lain untuk mencekal Aguan Sugianto berpergian luar negeri.
"Saya nggak tahu, tanya sama KPK, saya nggak bisa jawab. Saya kira KPK nggak mungkin putuskan sembarangan, pasti ada alasan semua, kalau ngga pasti digugat dong," kata dia.
Aguan dicekal untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Surat permohonan pencekalan itu telah diserahkan KPK kepada pihak Imigrasi pada Jumat (1/4/2016) lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan