News / Metropolitan
Senin, 04 April 2016 | 19:18 WIB
Prabowo Subianto [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan ketua umumnya, Prabowo Subianto, begitu marah setelah mengetahui kader yang menjabat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi ditangkap KPK karena diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja.

"Sangat kecewa. Sudah diingatkan berkali-kali. Kalau ada anggota DPR atau DPRD eksekutif, akan lakukan langkah tegas," kata Fadli di DPR RI, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Suap tersebut diduga untuk mempengaruhi pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara yang saat ini masih dibahas DPRD.

Fadli mengatakan partainya kecewa kalau Sanusi terbukti menerima suap.

"Sikap Gerindra sejak awal Pak Prabowo menyampaikan jauh hari jangan sampai melanggar konstitusi undang-undang hukum karena ada sanksi tegas kalau terbukti. Kita anut asas praduga tidak bersalah," kata Fadli.

Partai Gerindra mendukung KPK membongkar kasus tersebut.

"Tapi ini sudah jelas. Saran saya, bongkar aja semua. Siapa yang terlibat buka saja. Apalagi menyangkut kasus besar," ujar Fadli.

"Ini juga terkait kasus lain, dibongkar saja semua. Siapa? Mengapa, apa motivasinya," Fadli menambahkan.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut.

Mereka adalah Ariesman Widjaja, Sanusi, dan karyawan Agung Podomoro Land bernama Trinanda Prihantoro.

Sanusi dan Trinanda ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Kamis (31/3/2016), sementara Ariesman menyerahkan diri pada Jumat (1/4/2016) malam.

Penyidik KPK terus mengembangkan kasus tersebut. Pada Jumat malam hingga Sabtu (2/3/2016) dini hari, penyidik KPK menggeledah ruang kerja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD M. Taufik -- kakak Sanusi.

KPK juga telah meminta imigrasi mencekal bos properti Agung Sedayu Group Aguan Sugianto karena dianggap punya informasi penting.

Load More