Seorang nelayan asal Rembang, Jawa Tengah, Candra (32), membawa dua ekor ayam jago saat aksi demonstrasi bersama rekan-rekannya para nelayan dari berbagai perairan Indonesia, di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, rabu (6/4/2016).
Kedua ayam jago milik Candra dikalungi tulisan yang disimbolkan sebagai Menteri Susi Pudjiastuti dan nelayan Indonesia. Satu ayam bertuliskan kalungan nelayan, sedangkan satu ekor lainnya berkalung tulisan Menteri Susi.
"Ayam jago kalau ditemuin tawur, sama dengan nelayan dan Menteri Susi" kata Candra di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, rabu (6/4/2016).
Ia juga berharap, dapat menyerahkan ayam simbolis tersebut ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Harapannya saya dapat berikan ayam ini ke pak Jokowi, sekaligus mau mengadu," katanya.
Candra mengaku, penghasilannya menurun hingga 50 persen, sejak dikeluarkannya peraturan menteri kelautan dan perikanan, nomor 2 tahun 2015.
"Biasanya Rp75-100 ribu perhari, sekarang Rp20 ribu," imbuhnya.
Ia juga menceritakan larangan menteri Susi yang dianggap bermasalah.
"Kalau lebih dari 12 mil, ditangkap. Ada 12 nelayan rekan kami yang ditangkap saat melaut," terangnya. (Dian Rosmala)
Berita Terkait
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Ribuan Kapal Bersandar di Muara Angke, Dinas KPKP DKI Buka Suara
-
Abrasi Akibat Gelombang Tinggi Rusak Belasan Rumah Nelayan di Mataram
-
Merawat Kehidupan Nelayan, Dari Keselamatan di Laut hingga Kesejahteraan Keluarga
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ahli di Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Kewenangan Penyidik, Bukan Pimpinan KPK
-
Soal Kerugian Negara Kasus Pertamina, Febri Diansyah Ingatkan Putusan Pengadilan Tipikor
-
Tembakan Polisi Tewaskan Remaja di Makassar, Polri Klaim Penggunaan Senpi Terus Dievaluasi
-
Larang Ada Interupsi dalam Sidang Praperadilan Yaqut, Hakim ke KPK: Ini Bukan Acara Talkshow TV
-
Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"
-
Bareskrim Rampas dan Setor Uang Rp58,1 Miliar Hasil Kejahatan Judi Online ke Negara
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
-
DPRD DKI: Sengkarut Tata Ruang Jakarta Harus Dibenahi!
-
Tolak Perang untuk Israel, Tangan Mantan Marinir AS Patah Ditarik Paksa oleh Senator di Ruang Sidang
-
YLBHI Desak Jaminan Hak Berserikat dan Kekuatan Eksekusi Hukum dalam RUU PPRT