Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok senang dimintai keterangan 12 jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ahok dipanggil KPK pada Selasa (12/4/2016) kemarin, terkait kasus pembelian lahan di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.
"Saya terimakasih sama KPK kemarin, bapak ibu panggil saya, kalau nggak panggil saya jadi liar di luar, seolah-olah saya bersalah. Padahal yang dilaporkan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) itu nggak masuk akal," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/4/2016).
Maksud Ahok soal yang dilaporkan BPK tidak masuk akal adalah ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membandingkan harga pembelian lahan oleh PT. Ciputra dengan pemerintah DKI.
"Kami bandingkan harga pembelian oleh Ciputra dengan saya, dengan DKI, yang Ciputra itu belinya pakai harga pasar, kalau (kami) pakai NJOP, benar. Kalau bandingkan dengan harga yang saya beli, harga NJOP. Dibandingkan harga pasar, saya lebih murah," jelas Ahok.
Itu sebabnya Ahok menilai audit yang dilakukan oleh Efdinal, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta tidak fair.
"Berarti kamu udah nggak fair menipu. Laporan BPK itu menipu saya bilang saya tulis surat ke badan kehormatan KPK. Efdinal cuma dicopot jadi fungsional, tapi laporannya itu. Saya seneng, KPK saya sampaikan seperti itu dan dicatet di BAP," jelas Ahok.
"Yang kedua dia bilang ini kerugian kenapa nggak pake NJOP di belakang. Eh yang nentuin njop emang kita yang netapkan. Tapi wilayahnya siapa? zona merah siapa yang netapin? Dari dirjen yang nentuin angka-angkanya, staf ahli semua. Bukan kami lho, itu ada itung-itungannya," tambah Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN