Dewan Pers menggelar Konfrensi pers Simposium Nasional dimana untuk membedah tragedi 1965 melalui pendekatan kesejarahan. Lewat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yang tertulis dalam Nawa Cita, untuk mengusut pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Panitia Simposium Nasional yang terlibat diantaranya diwakili Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Letnan Jenderal Purnawirawan Agus Widjojo, Ketua Komnas HAM Nurkholis, Psikolog Nani Nurrachman dan Suryo Susilo Sebagai Ketua Panitia Pelaksana Simposium Nasional.
Sidarto mengatakan ini merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 sampai 2019 bahwa penanganan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia memerlukakan perlakuan khusus bukan hanya untuk penanganan kasus dimasa depan saja, tapi pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu.
"Lewat Simposium ini kami berharap bisa menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah untuk menyelesaikan secara komprehensif kasus pelanggaran berat HAM dalam tragedi kemanusian 1965," kata Sidarto saat ditemui di Dewan Pers, Kebob sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016).
Sidarto menambahkan forum ini mengajak kepada mantan korban tragedi 1965 agar dapat kembali memperoleh kehidupan yang lebih baik. "Kita akan lakukan pemulihan korban, sampai rehabilitasi korban dan lainnya," ujar Sidarto.
"Ini juga upaya bersama kami, untuk menyembuhkan luka terdalam bangsa secara jujur, adil, dan beradab," tambah Sidarto.
Selain itu Letnan Jenderal Agus Widjojo menambahkan untuk tragedi 1965 ini perlu adanya sikap jujur dan profesional dalam kesejarahan bangsa Indonesia dengan melacak arti dan menimbang implikasinya dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa.
"Simposium dimana nantinya akan membahas secara reflektif makna dan tatanan kebangsaan yang baru. Pembelajaran atas peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM masa lalu, khususnya bagi Tragedi 1965," kata Agus.
Adapun Ketua Pelaksana Simposium nasional Suryo Susilo mengatakan simposium akan dilaksanakan pada tanggal 18 sampai 19 April 2016 mendatang . Lokasi simposium bertempat dihotel Arya Duta, Jakarta.
"Simposium akan dihadiri lebih dari 200 Peserta, mereka berasal dari kalangan akademis, pegiat, dan tokoh hak asasi manusia, korban pelanggaran HAM berat dan organisasi korban, wakil partai politik, organisasi masyarakat warga yang berkecimpung dalam advokasi HAM dan pendamping korban, organisasi masyarakat termasuk organisasi keagamaan, wakil daru lembaga - lembaga pemerintah," kata Suryo.
Selain itu narasumber yang akan menghadiri Simposium Nasional antara lain Buya Syafii Ma' arif, Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Sayidiman Suryohadiprojo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Luhut Binsar Pandjaitan, dan Ketua PB Nahdlatul Ulama Marsudi Suhud.
Berita Terkait
-
Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari
-
Pemerintah Susun Peta Jalan Penyelesaian HAM Berat, Tekankan Pentingnya Permintaan Maaf Negara
-
Warisan Kelam 1965: Mengapa Nalar Kritis Publik Indonesia Masih Terbelenggu?
-
DPR Apresiasi Peta Jalan Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat, Negara Diminta Buka Tabir Kebenaran
-
Peta Jalan Penyelesaian HAM Berat Resmi Dirilis, Keadilan Bagi Korban di Ujung Penantian?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat