Kandidat ketua umum Partai Golkar Ade Komaruddin menyebut mahar senilai Rp20 miliar untuk menjadi Calon Ketua Umum pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 7-8 Mei di Bali senilai Rp20 miliar hanya sebatas wacana.
"Itu 'kan wacana. Saya tidak mau terjebak dalam diskusi itu. Biarkan hal itu menjadi perhatian dari panitia pengarah dan tentu panitia pengarah memperhatikan benar apirasi publik, aspirasi kader Golkar untuk kebaikan Partai Golkar," katanya saat berada di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/4/2016).
Menurut politisi yang disapa Akom ini, pihaknya mempercayakan kepada panitia pengarah untuk pelaksanaan munaslub di Bali yang tentunya ada pertimbangan-pertimbangan.Ia yakin panitia pengarah akan memperhatikan tanggapan para kader Golkar. Akom yang sata ini menjabat sebagai Ketua DPR itu juga berharap siapapun yang terpilih nanti punya komitmen untuk rekonsliliasi partai.
"Saya juga mengimbau kandidat, proses ini berat, siap kalah siap menang. Harus ada menang, kalau ada yang kalah mesti menghormati menang dan menang mengakomodir yang kalah. Ini untuk menyatukan seluruh elemen partai golkar," katanya.
Sebelum bertemu Akom, Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga telah bertemu dengan caketum lain seperti Mahyudin, Azis Syamsuddin dan Airlangga Hartanto serta Setya Novanto. Syahrul bertemu Akom di Makassar pada Rabu malam.
Menurut SYL, pertemuan itu hanya itu menyamakan presepsi. Terkait dengan rencana pertemuan bakal calon akan diatur oleh tim pemenangan.
"Mengenai pertemuan itu Pak Roem yang atur sebagai ketua tim di sini. Beliau mengusulkan agar dilakukan pertemuan sebelum munaslub dengan membahas ageda settting agar Munaslub nanti berjalan lebih baik. Dan hasil pertemuan nanti bisa bertambah struktur baru," bebernya.
Dia juga tegas menolak adanya mahar atau biaya yang dibebankan kepada kandidat nantinya untuk bertarung senilai Rp20 miliar.
"Saya lebih baik mundur kalau ada persyaratan seperti itu, sejak saya menjadi pejabat dan pengurus golkar tidak ada saya lakukan atau mau membayar seperti itu," tegas Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini. (Antara)
Berita Terkait
-
Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Begini Respons Resmi Golkar
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat