- Partai Demokrat mempertimbangkan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai alternatif pengganti Pilkada langsung.
- Alasan utama pergeseran pandangan adalah tingginya biaya politik dan maraknya praktik politik uang dalam Pilkada terbuka.
- Demokrat tetap mengusulkan mekanisme uji publik bagi calon, meski pemilihan akhir dilakukan oleh perwakilan DPRD.
Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, menanggapi hasil survei terbaru LSI Denny JA yang menunjukkan mayoritas masyarakat menolak wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.
Dalam survei tersebut, tercatat sebanyak 66,1 persen responden menyatakan tidak setuju jika kepala daerah dipilih oleh legislatif.
Menanggapi angka tersebut, Sarmuji menilai adanya kekhawatiran di tengah masyarakat bahwa mekanisme Pilkada tidak langsung akan menutup ruang demokrasi bagi rakyat.
“Mungkin yang dibayangkan publik adalah desain Pilkada model Orde Baru, di mana keterlibatan publik hampir nihil,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Rabu (8/1/2025).
Namun, Sarmuji memberikan catatan penting terkait diskursus desain Pilkada di masa depan.
Ia menegaskan bahwa jika nantinya terjadi perubahan regulasi terkait mekanisme pemilihan, Partai Golkar akan memastikan bahwa hak dan keterlibatan masyarakat tidak dipangkas begitu saja.
“Kalaupun nanti ada perubahan desain Pilkada, kita akan melibatkan semaksimal mungkin partisipasi publik dalam Pilkada tidak langsung,” tegasnya.
Lebih lanjut, saat ditanya mengenai aspirasi internal konstituen Golkar yang juga mayoritas menolak Pilkada lewat DPRD, Sarmuji menjelaskan bahwa fokus utama partai berlambang pohon beringin tersebut bukan hanya soal teknis pemilihan, melainkan output atau hasil dari kepemimpinan tersebut.
Menurutnya, perdebatan mengenai desain Pilkada harus bermuara pada kepentingan yang lebih besar, yakni kemakmuran di daerah.
Baca Juga: Sebut Politik Dinamis, Dede Yusuf Ungkap Alasan Demokrat 'Lirik' Pilkada Lewat DPRD
“Yang dipikirkan Golkar adalah bagaimana desain Pilkada bisa berimplikasi lebih terhadap kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei opini publik terbaru terkait wacana perubahan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia secara tegas menolak jika kepala daerah dipilih oleh DPRD dan tetap menginginkan pemilihan secara langsung.
Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengungkapkan bahwa sebanyak 66,1 persen responden menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali dengan wacana tersebut.
Sementara itu, hanya 28,6 persen responden yang menyatakan setuju atau sangat setuju.
“Dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65 persen menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif dan sistemik,” kata Ardian saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Rabu (7/1/2025).
Berita Terkait
-
Sebut Politik Dinamis, Dede Yusuf Ungkap Alasan Demokrat 'Lirik' Pilkada Lewat DPRD
-
Gen Z Paling Vokal! 84 Persen Tolak Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD
-
Sebut Sudah Ada Lobi Agar Dukung Pilkada via DPRD, Polikus PDIP: Sikap Kita Tak Akan Berubah!
-
Dasco Minta Elite Stop Gaduh Pilkada Lewat DPRD, Fokus Dulu Tangani Bencana Sumatera
-
PDIP Tolak Pilkada Dipilih DPRD, PAN Bicara Soal Dialog Cari Titik Temu
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Vivo X500 Resmi Meluncur September, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps
-
'Superman' Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan Mendunia
-
Perbedaan Mesin Cuci 1 Tabung vs 2 Tabung, Mana yang Lebih Hemat Air dan Listrik?
-
Obsession Resmi Jadi Salah Satu Film Horor Tersukses Sepanjang Masa, Raih Pendapatan Rp8,8 Triliun
-
Alami Kolaps, Mantan Pemain Chelsea Meninggal Dunia di Lapangan
-
Kejagung Hadirkan 3 Ahli di Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Salah Baca Desil Berisiko Salah Sasaran Program, BPS Minta DTSEN Tak Dibaca Secara Sederhana
-
Peneliti Kembangkan AI untuk Bantu Prediksi Siklon Tropis Lebih Akurat, Seberapa Efektif?
-
Resmi Diluncurkan di Taiwan, BRImo Jadi Andalan BRI Layani Kebutuhan Finansial Diaspora Indonesia
-
Lukisan Mirip Seskab Teddy di Pintu KRL Bikin Publik Spekulasi Liar: Bakal Bacapres 2029?