Suara.com - Kelompok ISIS dikabarkan membunuh 45 anggotanya sendiri yang dianggap desersi dengan cara dimasukkan ke dalam sebuah ruangan penyimpanan mayat. Para anggota yang tak beruntung tersebut dieksekusi karena diduga kabur dari pertempuran di Irak.
Kabar mengejutkan tersebut disampaikan oleh agensi berita Irak, Al Sumeria News. Disebutkan di situ, para anggota ISIS disekap dalam ruangan pendingan selama satu hari.
Setelah tewas, seluruh jenazah korban dibuang di jalanan sebagai peringatan bagi para anggota ISIS lain yang berniat membelot, demikian dilansir Daily Mirror.
Kabar ini muncul bersamaan dengan dua serangan bom mobil di tempat terpisah di Baghdad yang menewaskan 12 orang pada Sabtu (23/4/2016). Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan yang melukai 39 orang tersebut. Namun, serangan serupa kerap dilancarkan ISIS di ibu kota Irak, termasuk sebuah serangan yang terjadi pada Jumat (22/4/2016) di sebuah Masjid Syiah.
Serangan pertama yang terjadi pada hari Sabtu menimpa sebuah pos pemeriksaan keamanan di Distrik Al-Husseiniya dan menewaskan sembilan orang. Sementara itu, bom kedua, menargetkan sebuah konvoi kendaraan di Arab al-Jabour, sebuah kawasan di tepian kota Baghdad. (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar