Elemen mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Malang Raya (BEM-MR) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyerukan gerakan anti korupsi di Malang Raya di kampus Unisma Malang, Kamis (28/04/2016).
"Ini adalah kajian berkala yang menjadi fokus utama mahasiswa se Malang Raya dengan isu besar yang diusung adalah semangat pembaharuan gerakan anti korupsi oleh generasi muda," kata juru bicara BEM Malang Raya, Riyanda Barmawi dalam keterangan resmi, Kamis (28/4/2016).
Menurutnya, gerakan anti korupsi belum terkonsolidasi secara masif oleh mahasiswa dan masyarakat. Karena itu, kehadiran KPK yang dimandatkan oleh negara perlu disupport oleh elemen mahasiswa untuk memberantas korupsi.
"Pemberantasan korupsi oleh KPK tentunya membutuhkan pengawalan dari elemen mahasiswa dan masyarakat," ucap mahasiswa FISIPOL Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Dikatakan Riyanda, penguatan gerakan anti korupsi harus dimulai sejak dini dengan melibatkan seluruh elemen yang ada khususnya kalangan muda. Ia bilang, melihat bonus demografi pada tahun 2045 kalangan pemuda sangat diperhitungkan sehingga generasi muda kita perlu dibekali cara-cara untuk menghindari persoalan korupsi.
"Selain itu, juga tongkat estafet kepemimpinan republik ini akan diisi oleh generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan peka terhadap masalah kronis bangsa ini," tukasnya
Berita Terkait
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Penasaran Harta Terbaru Prabowo-Gibran? KPK: Sudah Lapor dan Bisa Dicek Publik!
-
KPK Tetapkan 2 Pengusaha Tersangka Kasus Haji, Bantahan Gus Yaqut di Ujung Tanduk?
-
KPK Hadirkan Eks Menhub Budi Karya Sumadi di Kasus DJKA Medan
-
Kota Pelajar dengan Gaji Satu Jutaan: Potret Pekerja di Kota Malang
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru