News / Nasional
Minggu, 01 Mei 2016 | 06:03 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Antara)

Suara.com - Presiden Republik Indonesia periode 2001-2004 Megawati Soekarnoputri mengingatkan warga Nahdatul Ulama dan kaum nasionalis agar selalu bersatu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

"Saya jadi teringat pesan Gus Dur yang meminta jangan sampai pecah, sebab kalau pecah, maka negara ini akan rusak," ujarnya dalam pidatonya di acara Apel Besar Hari Lahir ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Taman Candrawilwatikta Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (30/4/2016) malam.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) Perjuangan itu mengakui amanat Gus Dur tersebut harus selalu dilaksanakan dan dilestarikan.

Menurut Mega, sapaan akrab Megawati, ancaman terhadap NKRI dan Pancasila semakin meningkat, baik menyangkut idealisme atau paham berbangsa dan bernegara maupun radikalisme, terorisme hingga narkoba.

"Mari bersatu dengan perekat Pancasila untuk menjaga NKRI yang kita cintai ini," ujarnya.

Megawati juga bercerita, sejak kecil dia kerap bertanya kepada bapaknya, Presiden Pertama RI, Soekarno, usai melihat seseorang menggunakan sarung dan bersurban bertamu kemudian berdiskusi cukup lama.

"Kata Bapak, mereka itu kiai yang tugasnya menjaga rumah bangsa secara agama," katanya.

"Semoga pemerintah bisa segera menetapkan. NU kan sudah saya perjuangkan punya Hari Santri 22 Oktober, sekarang gantian NU perjuangkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila," ujarnya lagi.

Hari Lahir ke-93 NU ini bertemakan "Meneguhkan Pancasila, Mengibarkan Merah Putih". Acara tersebut dihadiri sekitar 10 ribu orang dari berbagai kalangan, seperti kader NU dan badan otonom, kader PDIP, serta masyarakat umum. (Antara)

Load More