Suara.com - Berkas penyidikan kasus dugaan suap proyek infrastruktur jalan di Seram, Ambon, pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dinyatakan lengkap. Kasus ini telah menjadikan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti sebagai tersangka.
"Paling lama 14 hari dari sekarang," kata Damayanti usia diperiksa penyidik di gedung KPK, Rabu (11/5/2016).
Saat ini, jaksa penuntut umum pada KPK tengah melengkapi berkas dakwaan sebelum masuk ke pengadilan.
Berkas tersangka lainnya yakni Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini juga rampung. Ketiga tersangka akan disidangkan di pengadilan secara bersamaan.
"Barengan (sidangnya)," kata dia
Damayanti menyampaikan terimakasih kepada penyidik KPK yang telah memeriksanya dan merampungkan berkasnya.
"Terimakasih ke penyidik, karena selama penyidikan semua baik, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya ngeri, ternyata ramah-ramah semua penyidiknya," katanya.
Tetapi, Damayanti enggan berkomentar lebih saat disinggung apakah nanti akan membeberkan keterlibatan pihak lain di persidangan.
"Nanti kita lihat fakta di pengadilan saja, seperti apa," katanya.
Kasus suap proyek Kementerian PUPR terkuak setelah KPK menangkap tangan Damayanti, Dessy, Julia, dan Direktur PT. Windu Tunggal Utama Abdul Khoir pada 13 Januari 2016. Usai menjalani pemeriksaan, keempatnya langsung ditetapkan sebagai tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis