Suara.com - Gubernur Propinsi Banten, Rano Karno mengikuti pelatihan atau workshop Tunas Sistem Integritas di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (17/5/2016). Pelatihan ini juga diikuti Ketua DPRD Banten serta seluruh Bupati dan Walikota di Propinsi Banten.
Pemerintah yang berada di Wilayah Banten tersebut dihadirkan, karena selama ini Banten sering berurusan dengan KPK terkait kasus korupsi. Pelatihan ini digelar agar Gubernur Banten punya komitmen menciptakan Banten yang lebih akuntabel, transparan dan baik bagi masyarakat.
"Pak Gubernur akan menceritakan agar Banten berubah namanya dari Banten selalu dikaitkan hal-hal yang kurang nyaman untuk orang Banten sendiri, pak gubernur committed untuk memperbaiki hal pokok yang sudah dibahas bersama dengan KPK," kata Komisioner KPK, Laode M Syarif di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Sementara, Rano Karno mengakui ada sejumlah masalah terjadi di daerahnya. Sehingga sering berurusan dengan KPK. Adapun masalah yang ada di Banten adalah berkaitan dengan penganggaran, sistem, dan sumber Daya Manusia.
"Memang tidak dapat dipungkiri, ada sejumlah masalah itu. Ada juga masalah rekrutmen SDM, perizinan satu pintu, dan juga masalah pengadaan barang dan jasa," kata Rano.
Oleh karena itu, Politisi PDI Perjuangan tersebut berharap ke depannya lebih fokus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dia pun berharap, workshop yang berlangsung selama 2 hari di KPK tersebut dapat memberikan nilai lebih pada pembangunan di Banten nantinya.
"Itu jadi fokus utama kami untuk perbaikan dan harus melalui mekanisme sangat ketat. Ini workshop dua hari dan selanjutnya diharapkan jadi bagian KPK di daerah untuk menjadi trainer bagi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), DPRD, dan yang lainnya," kata pemeran utama 'Si Doel Anak Sekolahan' itu.
Provinsi lain yang menjadi perhatian KPK terkait kasus korupsinya adalah, Propinsi Riau, Sumatera Utara, Papua, Papua Barat, dan Propinsi Aceh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar
-
Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik
-
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
-
IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
-
Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan