Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal menyebut Indonesia akan menjadi penentu dalam masa depan Asia Tenggara yang akan didekati oleh negara-negara besar untuk memperkuat eksistensinya.
"Kalau kita (Amerika Serikat) mau kuat di Asia Tenggara, kita harus bisa merangkul dan merayu Indonesia. Pemikiran mereka (AS) begitu," kata Dino di Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Dino menuturkan Amerika sudah seharusnya memberikan perhatian kepada Asia yang disebutnya sebagai benua yang akan menjadi masa depan dunia jika tidak mau kalah dalam bersaing dengan Cina.
Dia mengatakan hubungan internasional antara Amerika dengan Cina, Jepang, dan Korea tidak akan berubah ke depannya, melainkan mempererat peran strategis di Asia Tenggara.
"Paling besar peran strategisnya adalah Asia Tenggara, dan harus bisa merangkul Indonesia. Dengan kata lain kebijakan 'rebalancing' Amerika itu meningkatkan nilai-nilai strategis Indonesia," jelas Dino.
Pria yang juga pernah menjadi juru bicara presiden di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga mengatakan kebijakan yang akan diambil Amerika Serikat dan berkaitan dengan Indonesia akan dipengaruhi oleh presiden baru Negeri Paman Sam tersebut yang akan ditentukan pada akhir 2016.
Menurut dia, hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat saat ini berjalan sangat baik. Terlebih Presiden Joko Widodo telah melakukan lawatan ke AS dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan di bidang investtasi.
Dino yang merupakan mantan wakil menteri luar negeri Indonesia tersebut mengungkapkan Amerika Serikat sangat memberikan keleluasaan kepada Indonesia saat dirinya menjabat sebagai Dubes Indonesia untuk AS. Dia menceritakan dirinya mudah sekali untuk mendapatkan apapun yang diinginkan saat menjabat sebagai Dubes.
Dino menjelaskan Indonesia juga bebas menolak berbagai kebijakan AS seperti menolak invasi AS ke Irak dan Negara Paman Sam tersebut akan baik-baik saja.
"Kalau kita nolak kebijakan Amerika ngga dimarahin, kita nolak invasi Irak ini itu Amerika bilang fine, as long as jangan menentang kita. Mereka bilang begitu," kata Dino. (Antara)
Berita Terkait
-
Ancaman Perang Total: Adu Rudal Israel-Hizbullah Pasca-Serangan Iran
-
Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat
-
Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?
-
Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
Terkini
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
MK Putuskan Penyakit Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Kabar Baik Bagi Pejuang Autoimun dan Saraf
-
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
-
Dipanggil KPK untuk Kasus DJKA, Eks Menhub Budi Karya Absen Alasan Sakit
-
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya
-
Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum
-
Perang AS-Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Berstatus Siaga Tinggi
-
Disebut Mandek 10 Tahun, Pramono Anung Heran Soal Gaji Nakes Jakarta: Masa Sih Nggak Naik?
-
Syahdan Husein Lawan Tuduhan Menghasut: Ini Ketidakpuasan Pemuda dengan Politik Penuh Intrik