Suara.com - Dari 37 barang bukti kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin yang diserahkan Polda Metro Jaya ke kejaksaan, salah satunya celana. Tetapi celana tersebut bukan celana asli milik tersangka Jessica Kumala Wongso karena yang asli telah dibuang setelah peristiwa malam itu.
"Jadi celana itu begini, celana Jessica, kan hilang, makanya polisi mencari contoh, hal ini dilakukan karena di berita acara pemeriksaan, ada perbedaan antara keterangan Jessica dengan pembantunya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016).
Setelah P21, kasus Jessica sekarang sudah dilimpahkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Tempat tahanan Jessica pun dipindahkan ke Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Awi menambahkan keberadaan celana tersebut sangat penting untuk pengungkapan kasus, apalagi keterangan Jessica dan pembantu yang membuang celana, berlainan.
"Jessica ngomongnya sobeknya begini dan pembantunya ngomongnya sobeknya lain. Makanya polisi beli celana untuk dipraktikan Jessica bagaimana sobeknya, itu fakta hukumnya ditaruh, nanti dikasih tahu sama hakim dan jaksa penuntut umum," kata Awi.
"Ini, loh bahwa tersangka bohong, (Jessica) mengenai yang benar yang mana, biar hakim yang menilai," Awi menambahkan.
Mirna meninggal dunia usai meneguk es kopi Vietnam bercampur zat sianida di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1/2016).
Saat peristiwa terjadi, di meja yang sama, Mirna ditemani dua kawan, Jessica dan Hanie. Mereka merupakan teman sekampus di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulus 2008.
Jessica ditangkap saat berada di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016) sekitar pukul 07.45 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI
-
Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas