Suara.com - Ketua simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain, Letnan Jenderal (Purn) TNI Kiki Syahnakri, ingin dipertemukan dengan panitia simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965. Kiki berharap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan memediasi pertemuan.
"Kita harapkan nanti ada duduk bersama dengan panitia simposium nasional 65 di Hotel Aryaduta difasilitasi oleh menkopolhukam, memadukan ini. Harapannya ada kesepakatan dari ini," ujar Kiki di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2016).
Simposium Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta, pada Rabu (1/6/2016) dan Kamis (2/6/2016). Sedangkan simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Senin (18/4/2016) dan Selasa (19/4/2016). Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 adalah Letjen (Purn) Agus Widjojo. Agus merupakan Gubernur Lemhanas. Simposium ini diprakarsai oleh Dewan Pertimbangan Presiden, Komnas HAM, Forum Solidaritas Anak Bangsa serta didukung Luhut.
Kiki mengatakan pertemuan diharapkan memunculkan jalan keluar atas masing-masing rekomendasi kepada pemerintah.
"Kita harap jangan hanya menyerahkan dan pemerintah meramu. Lalu kalau nggak cocok jalan sendiri lagi. Itu nggak rekonsiliasi dong. Pak Agus menyatakan kita serahkan saja pada pemerintah. Tapi kami ingin duduk bersama satu rekomendasi. Tetap harus fair," kata dia.
Menurut Kiki pemerintah tidak perlu meminta maaf kepada PKI.
"Yang ada itu merasa menyesal dengan masa lalu, yang memulai, kan PKI. Yang seharusnya minta maaf itu PKI kok kepada masyarakat dan bangsa ini. Nggak usahlah diungkit-ungkit minta maaf," kata Kiki.
Kiki juga menyarankan agar pemerintah jangan melakukan pembongkaran terhadap kuburan massal atas peristiwa 1965.
"Nggak usahlah (membongkar), itu terlalu jauh, karena itu akan membangkitkan kembali konflik horisontal. Akan lebih bermanfaat kalau sama-sama melihat ke depan. Kembali menghadap musuh-musuh Pancasila," kata dia.
Seperti diketahui, pemerintah sedang proses pembentukan tim verifikasi data 122 kuburan massal korban 1965.
Data itu diserahkan oleh Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965, beberapa waktu lalu. Upaya identifikasi dan pembongkaran kuburan massal korban 1965 tersebut akan melibatkan Angkatan Darat, kata Luhut baru-baru ini. Pembongkaran kuburan ini sebagai bagian dari upaya meluruskan sejarah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis