News / Nasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01 WIB
TNI resmi turun tangan menyelidiki dugaan keterlibatan anggotanya dalam serangan terhadap aktivis KontraS. Mabes TNI berjanji akan transparan mengungkap fakta di balik kasus ini.

Suara.com - Markas Besar (Mabes) TNI menyatakan pihaknya memutuskan ikut serta dalam penyelidikan kasus kekerasan penyerangan dengan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Dalam proses penyelidikan internal itu, TNI mengklaim akan bersikap transparan dalam menyelidiki informasi yang beredar di masyarakat bahwa terduga pelaku penyerangan itu adalah anggota TNI.

Respons terbaru Mabes TNI ini disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah pada Selasa (17/03).

Aulia menyampaikannya kepada wartawan di Balai Puspen TNI, Salemba, Jakarta Pusat.

Menurut Aulia, sikap itu diambil TNI setelah pihaknya melihat apa yang disebutnya sebagai "opini yang berkembang di masyarakat [terkait penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus], diduga pelakunya adalah dari TNI."

Aulia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pernyataannya tersebut.

Lebih lanjut Aulia berkata, opini seperti itu harus ditindaklanjuti TNI dengan cara ikut serta mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut.

"Tentunya kita tidak ingin ini menjadi opini yang berkembang di masyarakat," katanya.

Aulia kemudian berkata: "Perlu saya sampaikan bahwa semenjak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal."

Baca Juga: Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap

Aulia melanjutkan, proses penyelidikan kasus air keras kepada aktivis ini nantinya akan melibatkan beberapa satuan dari TNI.

Dia kemudian berujar agar wartawan bersikap sabar terkait langkah penyelidikan tersebut.

"Masih dalam proses," jawabnya saat ditanya wartawan tentang sejauh mana hasil penyelidikannya.

Dia lalu mengklaim bahwa "TNI bekerja dengan profesional dan transparan [dalam penyelidikan tersebut]."

Penyelidikan polisi sejauh ini menyebutkan bahwa pelakunya ada empat orang.

Polisi mengantongi bukti-bukti dari puluhan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di sejumlah titik di Jakarta.

Menurut polisi, empat terduga pelaku kabur ke arah yang berbeda setelah melakukan aksinya.

Salah-seorang di antara pelaku sempat berganti baju sebelum berpencar dan kabur ke arah Bogor dan Jakarta Selatan.

Seorang pejabat polisi menduga tindakan terduga pelaku mengganti baju itu sebagai menghilangkan jejak.

Polisi juga menilai langkah menghapus jejak itu dilakukan pula dengan menyebar foto AI tentang dua orang pelaku.

Polisi mengaku masih mengejar empat orang terduga pelaku.

Namun polisi sejauh ini tidak pernah menyebut latar belakang terduga pelaku.

Berita ini akan terus diperbarui secara berkala.

Load More