News / Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 10:59 WIB
Ilustrasi Idulfitri (Pixabay/John1cse)
Baca 10 detik
  • Taliban menetapkan Idulfitri jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, berdasarkan kesaksian penampakan hilal di beberapa provinsi.
  • Pemerintah Taliban membebaskan 4.596 narapidana dan mengurangi hukuman bagi 4.407 lainnya untuk merayakan hari raya tersebut.
  • Arab Saudi memutuskan Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berbeda dengan perkiraan Indonesia pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Suara.com - Otoritas Taliban mengumumkan bahwa hilal 1 Syawal telah terlihat di Afghanistan pada Rabu (18/3), sehingga negara ini merayakan Idulfitri pada Kamis, 19 Maret 2026.

Mengutip sumber Anadolu, juru bicara otoritas setempat, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa Mahkamah Agung Afghanistan secara resmi menetapkan hari pertama Idulfitri setelah menerima laporan dari sejumlah saksi yang mengaku melihat hilal di beberapa provinsi, termasuk Farah, Helmand, dan Ghor.

Dalam rangka menyambut hari raya, pemerintah Taliban juga mengambil langkah sosial yang signifikan. Sebanyak 4.596 tahanan dibebaskan, sementara 4.407 tahanan lainnya mendapat pengurangan hukuman, sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri di negara tersebut, menurut laporan Tolo News.

Sementara itu, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung, Arab Saudi telah memutuskan 1 Syawal 1447 Hijriah di negaranya jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Itu artinya, hari ini, Kamis, ditetapkan sebagai hari terakhir Ramadan.

Mahkamah Agung juga menyampaikan doa agar ibadah umat Muslim diterima dan keamanan serta kemakmuran terjaga di Kerajaan Saudi.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan kalender resmi SKB 3 Menteri, Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, kepastian masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar sore ini . Sementara Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan hisab Majelis Tarjih dan Tajdid menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Load More