News / Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 09:56 WIB
Ilustrasi jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu)
Baca 10 detik
  • PBB mengapresiasi kesepakatan jeda pertempuran Afghanistan-Pakistan untuk Idul Fitri, berharap ini permanen.
  • Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menyatakan gencatan senjata mulai Rabu tengah malam adalah langkah krusial.
  • PBB mengutuk serangan Pakistan sebelumnya terhadap pusat rehabilitasi narkoba di Kabul, meskipun menyambut baik jeda ini.

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan apresiasi tinggi atas kesepakatan jeda pertempuran antadalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri.

PBB berharap momentum perdamaian ini tidak hanya bersifat sementara, namun dapat dipermanenkan.

Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, dalam konferensi pers pada Rabu (18/3), menyatakan bahwa pengumuman gencatan senjata yang dimulai sejak Rabu tengah malam tersebut adalah langkah krusial untuk mengakhiri ketegangan di perbatasan.

"Itu sebuah perkembangan yang disambut baik," kata Haq kepada awak media.

Haq menegaskan kembali pesan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang mendesak dilakukannya de-eskalasi, penghentian permusuhan segera, serta kepatuhan total terhadap hukum internasional.

"Jadi, (jeda) ini sejalan dengan (seruan) itu. Dan kami berharap agar penangguhan selama Idul Fitri dapat diperpanjang," tambah Haq.

Meski menyambut baik perdamaian ini, PBB tetap memberikan catatan keras terhadap eskalasi kekerasan yang terjadi sebelumnya. Haq menyebut pihaknya mengutuk serangan Pakistan pada Senin (16/3) yang menghantam pusat rehabilitasi narkoba di Ibu Kota Kabul.

Konflik kedua negara diketahui memanas sepanjang Maret ini. Pakistan sempat meluncurkan serangan udara ke Provinsi Nangarhar dan Paktika yang diklaim sebagai basis militan, namun otoritas Afghanistan melaporkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Sebagai balasan, Afghanistan sempat melancarkan operasi militer di sepanjang Garis Durand—perbatasan sensitif yang tidak diakui Kabul—pada 26 Februari lalu. Pakistan merespons balik dengan Operasi Ghazab lil Haq sebagai reaksi atas apa yang mereka sebut sebagai "penembakan tanpa provokasi". (Antara/ Sputnik/RIA Novosti)

Baca Juga: 10 Pantun Mudik Lebaran 2026 Lucu dan Menghibur untuk Keluarga

Load More