"Kalo bener ada inpres larang demo KPK...presiden nya kita demo biar ada inpres larang demo ke presiden....ha..ha..." tulis Ahmad Dhani.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, menjelaskan pengamanan tronton berisi alat peraga aksi tidak dimaksudkan untuk membungkam hak warga menyampaikan pendapat di muka umum. Tetapi, tujuannya lebih ke antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan polisi, di antaranya kemacetan lalu lintas.
"Makannya tadi pagi pukul 03.00 WIB saat melintas di depan kedutaan besar Belanda itu langsung kami amankan dan bawa ke sini. Ada satu tronton, ada satu mobil box KFC , peralatan peralatan sound sistem. Dan juga ada satu genset yang nyusul pada pukul 06.00 WIB dan kami tarik juga ke Polda Metro Jaya," ujar Awi.
Awi menambahkan selain mengamankan truk, polisi juga memeriksa delapan orang di Polda Metro Jaya.
"Delapan orang yang kita periksa secara intensif. Karena apa? Sebenarnya kita sudah kasih tahu. Mereka sudah memberikan laporan demo kali ini, dan kita sudah ingatkan jangan melakukan itu. Karena apa? Karena nanti akan membuat macet," kata Awi.
Awi mengatakan pelaksanaan aksi tersebut memang sudah mendapatkan izin, tetapi karena sampai mendatangkan tronton segala, akhirnya polisi tak mau ambil resiko.
"Ya, tronton bagaimana kalau ditaruh di Jalan Rasuna said, itu sudah melanggar undang-undang kalau menyebabkan macet. Makannya kita cegah," katanya.
Tadinya acara tersebut akan diisi dengan berbagai aksi, seperti pentas musik Ahmad Dhani dan kawan-kawan, pentas teater, dan orasi. Menurut poster yang disebar di media sosial, orator yang akan hadir, antara lain mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Joko Santoso, Mayjen (Purn) Prijanto, Sri Bintang Pamungkas, Jaya Suprana, Eggie Sudjana, dan Presiden KSPI Said Iqbal.
Berita Terkait
-
Jelang Demo Ahmad Dhani, Kawat Berduri Dibentangkan di Depan KPK
-
Truk Tronton Ditahan Polda, Ahmad Dhani Belum Tersangka
-
Ahmad Dhani Ngamuk, Tronton Anti Ahok dan Kru Diamankan Polisi
-
Tronton Alat Musik Disita, Ahmad Dhani Gagal Demo Ahok di KPK
-
Tolak Reklamasi, Ini Saran Ahok Buat Para Aktivis Lingkungan
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum
-
Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati
-
Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia
-
Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini
-
Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel
-
Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini
-
Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026
-
Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret
-
Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
-
KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa