Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku heran dengan seruan penolakan proyek reklamasi Teluk Jakarta dari para aktivis, terutama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. Ahok meminta para aktivis mempelajari masalah penurunan muka tanah di Jakarta berdasarkan kajian Belanda. Ahok mengatakan untuk memecahkan masalah penurunan muka tanah di Ibu Kota, reklamasi pulau dan pembangunan tanggul merupakan solusi paling realistis.
"Makanya kasih tahu Walhi, kalau tidak setuju reklamasi. Pertama pelajari kajian Belanda. Bahwa Jakarta ini (permukaan tanahnya) makin turun. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan itu, melakukan reklamasi, membuat tanggul," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/6/2016).
Seruan penolakan reklamasi Teluk Jakarta semakin menguat majelis hakim PTUN Jakarta mengabulkan gugatan nelayan atas Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta kepada PT. Muara Wisesa Samudra. Putusan itu dibacakan Hakim Ketua Adhi Budhi Sulistyo dalam sidang putusan yang digelar di PTUN, Selasa (31/6/2016). Hakim juga memerintahkan agar tergugat menunda pelaksanaan keputusan Gubernur DKI Jakarta sampai berkekuatan hukum tetap.
Ahok juga mengaku heran dengan para aktivis yang justru mempermasalahkan izin reklamasi yang dikeluarkannya. Ahok kemudian mempertanyakan izin pembuatan pulau di Teluk Jakarta yang sebelumnya telah dikeluarkan zaman Gubernur Fauzi Bowo.
"Kalau tidak setuju reklamasi, yang di PTUN-kan itu Keppres 95, atau minimal Pergub Foke 2012, yang kasih 17 pulau, kenapa sih pilih-pilih yang khusus, yang saya keluarin? Anda, kan nggak setuju reklamasi toh?berarti yang KBN (Kawasan Berikat Nasional) juga mesti digugat itu ilegal lagi," katanya.
Ahok tak habis pikir dengan para aktivis lingkungan yang menurutnya memprotes reklamasi Teluk Jakarta, tetapi tutup mata aksi nelayan yang di sepanjang pantai utara.
"Terus nelayan-nelayan yang reklamasi pakai kerang-kerang sepanjang utara, kok (Walhi) nggak ribut? katanya pecinta lingkungan, itu saja saya tanya sama Walhi," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis