Cendikiawan Muslim yang juga Senior Professor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Prof. Azyumardi Azra mengatakan Islam di Indonesia dapat menjadi alternatif pencitraan Islam yang positif di Eropa.
Prof Azyumardi menyampaikan hal itu dalam seminar bertajuk "Islam dan the Challenge of Muslim Democrats" di Brussel yang dihadiri lebih 100 peserta. Informasi ini disampaikan Sekretaris Dua Pensosbud KBRI Brusel, Ade Rina Chaerony-Herdiyanto di London, Senin (6/6/2016).
Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullag itu menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan Friends of Europe bekerja sama dengan Sasakawa Foundation Executive Director Habibie Centre Indonesia.
Pembicara lainnya Dr. Rahimah Abdulrahim, anggota Parlemen sekaligus Wakil Ketua People Justice Party (PDT) Malaysia, Nurul Izzah Anwar, dan Policy Advisor European External Action Service (EEAS) Marete Bilde.
Seminar dengan moderator Director of Policy Friends of Europe, Shada Islam, lebih jauh, Prof. Azra mengatakan Indonesia dapat dijadikan role model di mana Islam dan demokrasi dapat berjalan beriringan dan peranan penting itu dapat dilakukan melalui penyebaran pemahaman Islam yang moderat.
Hal senada juga disampaikan Nurul Izzah Anwar yang menekankan pentingnya peran Muslim Moderat untuk menyuarakan Islam sebagai agama yang teduh dan damai dan memastikan promosi demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia tetap berjalan dengan semestinya.
Sementara, Dr. Rahimah Abdulrahim mengambil Dasar Negara Indonesia, Pancasila, yang menurutnya, telah berjasa mempromosikan toleransi di tengah keberagaman umat beragama di Indonesia. Dr Abdulrahim mengakhiri paparannya dengan mendorong umat Islam untuk bersama menjadi good reprenstative Muslim.
Dari kaca mata Uni Eropa (UE), Marte Bilde menyerukan sudah saatnya UE mendengarkan Islam dari belahan dunia `lain, bukan dari Islam yang selama ini biasa didengar, yaitu Timur Tengah.
Dengan demikian, Bilde menyerukan agar UE meningkatkan kerjasama yang lebih erat dengan Muslim Moderat, seperti pernah disampaikan Wakil Presdien Komisi Eropa, Frederica Mogherini, setelah kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu yang lalu.
Dubes RI untuk Belgia, EU, dan Luksemburg, Yuri O. Thamrin, menggarisbawahi kecenderungan media yang sering mendistorsi Islam dan memperkuat trend Islamophobia di Eropa.
Untuk itu menurut Dubes Yuri, perlu ada strategi yang tepat agar media berperan lebih proaktif dalam meningkatkan pemahaman yang lebih baik dan objektif terhadap Islam.
Lebih jauh, diingatkan pula trend Islamophobia kurang menguntungkan dan dapat dimanfaatkan Islamic State (IS) untuk mendorong radikalisasi lebih lanjut di Eropa.
Para pembicara juga menghadiri Preliminary Meeting dalam rangka persiapan Third World Forum for Muslim Democrats yang menurut rencana akan diselenggarakan di Tokyo pada akhir tahun ini. (Antara)
Berita Terkait
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Berapa Kekayaan Grace Natalie? Kini Dipolisikan oleh 40 Ormas Islam
-
Grace Natalie Anak Siapa? Kini Dilaporkan ke Polisi oleh 40 Ormas Islam
-
Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat