News / Metropolitan
Senin, 06 Juni 2016 | 18:37 WIB
Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Komisi Pemberantasan Korupsi pernah berjanji mengumumkan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras pada bulan Mei. KPK menyatakan kasusnya sudah final check.

"Sumber Waras sedang final check dan hasil final check baik dari beberapa asosiasi profesional dan lain-lain itu akan kita umumkan," kata komisioner KPK Laode M .Syarif di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016).

Namun, setelah hampir tiga minggu melewati bulan Mei, ternyata belum juga diumumkan. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan masih butuh waktu tiga minggu lagi untuk merampung proses penyelidikan.

"Harapan saya dua tiga minggu lagi akan saya declare itu," kata Agus pada Jumat (3/6/2016) lalu.

Sekarang publik menunggu-nunggu apakah KPK benar-benar akan mengumumkannya atau tidak.

BPK menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,7 hektar. RS ini untuk pusat pengobatan kanker dan jantung. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak pada lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit.

BPK telah memanggil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, hingga Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan untuk menjelaskannya.

Dalam kasus itu, KPK tidak menjadikan audit investigatif BPK sebagai rujukan utama.

Ahok pernah mengatakan hasil audit BPK ngaco. KPK pun melakukan investigasi kembali atas hasil audit BPK untuk membuktikan kebenarannya.

Hingga saat ini, hasil investigasi KPK belum diumumkan.

Di tengah proses hukum, KPK terus menerus didesak untuk menetapkan Ahok menjadi tersangka. Di antaranya, yang dilakukan musisi yang berhasrat menjadi gubernur Jakarta Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet. Ahmad Dhani pernah melontarkan dapat bocoran kalau Ahok akan jadi tersangka.

Tag

Load More