Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Komisi Pemberantasan Korupsi pernah berjanji mengumumkan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras pada bulan Mei. KPK menyatakan kasusnya sudah final check.
"Sumber Waras sedang final check dan hasil final check baik dari beberapa asosiasi profesional dan lain-lain itu akan kita umumkan," kata komisioner KPK Laode M .Syarif di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016).
Namun, setelah hampir tiga minggu melewati bulan Mei, ternyata belum juga diumumkan. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan masih butuh waktu tiga minggu lagi untuk merampung proses penyelidikan.
"Harapan saya dua tiga minggu lagi akan saya declare itu," kata Agus pada Jumat (3/6/2016) lalu.
Sekarang publik menunggu-nunggu apakah KPK benar-benar akan mengumumkannya atau tidak.
BPK menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,7 hektar. RS ini untuk pusat pengobatan kanker dan jantung. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak pada lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit.
BPK telah memanggil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, hingga Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan untuk menjelaskannya.
Dalam kasus itu, KPK tidak menjadikan audit investigatif BPK sebagai rujukan utama.
Ahok pernah mengatakan hasil audit BPK ngaco. KPK pun melakukan investigasi kembali atas hasil audit BPK untuk membuktikan kebenarannya.
Hingga saat ini, hasil investigasi KPK belum diumumkan.
Di tengah proses hukum, KPK terus menerus didesak untuk menetapkan Ahok menjadi tersangka. Di antaranya, yang dilakukan musisi yang berhasrat menjadi gubernur Jakarta Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet. Ahmad Dhani pernah melontarkan dapat bocoran kalau Ahok akan jadi tersangka.
"Sumber Waras sedang final check dan hasil final check baik dari beberapa asosiasi profesional dan lain-lain itu akan kita umumkan," kata komisioner KPK Laode M .Syarif di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016).
Namun, setelah hampir tiga minggu melewati bulan Mei, ternyata belum juga diumumkan. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan masih butuh waktu tiga minggu lagi untuk merampung proses penyelidikan.
"Harapan saya dua tiga minggu lagi akan saya declare itu," kata Agus pada Jumat (3/6/2016) lalu.
Sekarang publik menunggu-nunggu apakah KPK benar-benar akan mengumumkannya atau tidak.
BPK menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,7 hektar. RS ini untuk pusat pengobatan kanker dan jantung. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak pada lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit.
BPK telah memanggil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, hingga Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan untuk menjelaskannya.
Dalam kasus itu, KPK tidak menjadikan audit investigatif BPK sebagai rujukan utama.
Ahok pernah mengatakan hasil audit BPK ngaco. KPK pun melakukan investigasi kembali atas hasil audit BPK untuk membuktikan kebenarannya.
Hingga saat ini, hasil investigasi KPK belum diumumkan.
Di tengah proses hukum, KPK terus menerus didesak untuk menetapkan Ahok menjadi tersangka. Di antaranya, yang dilakukan musisi yang berhasrat menjadi gubernur Jakarta Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet. Ahmad Dhani pernah melontarkan dapat bocoran kalau Ahok akan jadi tersangka.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit