News / Internasional
Senin, 06 Juni 2016 | 19:49 WIB
Sebuah cuplikan dari video propaganda ISIS di YouTube yang menunjukkan penggunaan truk Toyota (YouTube).

Suara.com - Kelompok militan ISIS membakar hidup-hidup 19 perempuan Yazidi lanytaran menolak dijadikan budak seksual. Belasan perempuan malang tersebut dipanggang di dalam kerangkeng besi dengan disaksikan ratusan warga kota Mosul, Irak.

ISIS menguasai wilayah Yazidi yang berada di wilayah selatan Irak sejak Agustus 2014 lalu. Sejak saat itu, sedikitnya 40 ribu warga yazidi terisolasi. Selain menjadikan perempuannya sebagai budak seks, mereka juga mengeksekusi laki-laki Yazidi yang dianggap membangkang.

"Mereka dihukum karena menolak menjadi budak seks militan ISIS. 19 perempuan dibakar hidup-hidup di depan ratusan orang," kata aktivis kemanusiaan Abdullah al Malla kepada Ara News.

"Tak seorang pun yang berani menyelamatkan mereka dari hukuman kejam tersebut," lanjutnya.

Sejak Agustus 2014, setidaknya 3 ribu lebih perempuan Yazidi diculik dan dijadikan pemuas nafsu anggota ISIS. Mereka menyebut kaum Yazidi sebagai penyembah setan.

Badan Pengawas Hak Asasi Manusia Iinternasional (HRW) mengatakan tindakan yang dilakukan ISIS tergolong aksi genosida atau pemusnahan satu kaum. (Dailymail)

Tag

Load More