Suara.com - Kebutuhan darah untuk keperluan transfusi melonjak pascainsiden penyerbuan klub gay Pulse di Orlando, Florida, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2016). Namun, dari sekian banyak calon pendonor yang mengajukan diri, bank-bank darah setempat menolak menerima darah dari kaum homoseksual maupun biseksual.
Seperti diketahui, aksi penembakan yang terjadi di klub gay tersebut menewaskan 50 orang dan melukai lebih dari 53 orang lainnya. Insiden ini disebut-sebut sebagai kasus penembakan terparah yang terjadi sepanjang sejarah Amerika Serikat.
Namun, terlepas dari tingginya kebutuhan darah untuk transfusi para korban luka, para kaum gay dan biseksual dilarang ikut donor. Hal ini didasarkan pada peraturan federal tahun 1983 yang melarang kedua kaum tersebut untuk mendonorkan darahnya.
"Para lelaki gay di Orlando tidak diperkenankan memberikan darah kepada komunitas mereka yang terluka. Wahai @US_FDA, UBAHLAH (peraturan) ITU SEKARANG," kicau Brian Gerald Murphy, seorang aktivis pendukung legalisasi hubungan sesama jenis.
Namun, sebuah organisasi donor darah memilih untuk melanggar peraturan tersebut. OneBlood, organisasi tersebut, menerima semua donor, baik dari lelaki gay sekalipun.
"Puluhan orang terluka dan dirawat di beberapa rumah sakit setempat. Kebutuhan darah pun berlanjut. Ada kebutuhan mendesak untuk golongan O negatif, O positif, dan darah plasma AB, menyusul penembakan massal di Orlando, Florida," kata organisasi tersebut dalam rilis persnya.
Penembakan di klub gay Pulse, Orlando, Florida, AS, pada Minggu (12/6/2016), amat mengejutkan. Sedikitnya 50 orang tewas sementara lebih dari 50 lainnya terluka saat pelaku, yang belakangan diketahui identitasnya sebagai Omar Mateen, seorang putra imigran Afghanistan, memberondongkan senjatanya ke arah pengunjung klub. (News.com.au)
Berita Terkait
-
Kaca Kantor Badan Gizi Nasional Pecah, Polisi Selidiki Dugaan Penembakan oleh OTK
-
Yusril Pastikan Pemerintah Usut Tewasnya Ibu Hamil Korban Konflik Bersenjata di Intan Jaya
-
Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas
-
Tragedi Ibu Hamil Tewas di Sugapa, Komnas HAM Desak Akhiri Kekerasan di Wilayah Sipil
-
Pensiunan Tentara Angkatan Darat Ditembak Mati di Walmart, Perkara Rebutan Parkir Sama Cewek
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Jepang dan NVIDIA Bangun AI Fisik, Robot Cerdas Siap Revolusi Industri Global
-
4 Rekomendasi Moisturizer Penghilang Flek Hitam, Lengkap Review Pembeli
-
Perwaris Sesalkan Aksi Persekusi Serang 'Boti', di Semarang Mereka dapat Ruang Nyaman
-
Agar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Lengkap dengan Produk dan Shade
-
Lionel Messi vs Lamine Yamal! Duel Dua Generasi di Final Piala Dunia 2026
-
Digitalisasi HR Makin Cepat, Andal Kharisma HCM Hadir dengan AI, Payroll, dan Talent Management
-
Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak di Atalanta hingga 2031
-
5 Tips Memilih Body Lotion yang Aman untuk Ibu Hamil: Kulit Lembap, Janin Sehat
-
Kejar Target PLTS 100 GW, Pemerintah Ajak China Investasi
-
Cara Memilih Warna Lipstik yang Sesuai Tone Kulit, Biar Wajah Makin Cerah dan Tidak Kusam