Suara.com - Sore tadi, ratusan relawan pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menamakan diri Karisma Jakarta menyambangi markas DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Mereka datang untuk mendorong PDI Perjuangan agar mengusung Risma ke pilkada Jakarta periode 2017-2022.
Kedatangan mereka sore tadi sempat ditolak dan mereka berorasi di depan kantor. Setelah itu, kedatangan mereka diterima oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Idham Samawi.
Mereka pun melakukan pertemuan sekitar 30 menit di lobi gedung.
Dalam pertemuan tadi, kata Idam, relawan Karisma Jakarta menyatakan seluruh wilayah Jakarta mendukung Risma menjadi calon gubernur.
"Tentu partai merasa terhormat jika salah satu kader terbaiknya mendapat dukungan. Tapi mereka baru mengklaim sudah punya dukungan di berbagai kecamatan di DKI. Nah kami ingin lihat bukti autentiknya," ujar Idham.
Idham menambahkan relawan Karisma Jakarta tidak menunjukkan adanya dukungan yang nyata dari warga kepada Risma. Bukti adanya dukungan tersebut, katanya, akan menyusul pekan depan.
"Mereka sampaikan katanya sebelum hari Kamis. Mungkin baru nama-nama saja saat ini. Mestinya autentiknya, kan ada, kecamatan mana, tidak hanya sekedar klaim dari kecamatan ini, kelurahan ini. Tapi harus ada orangnya," kata dia.
Sampai sekarang, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri belum memutuskan siapa kader yang akan diusung. Partai ini sedang mempelajari satu persatu tokoh, sebelum diputuskan maju.
Di tengah upaya PDI Perjuangan mencari calon, sore tadi, partai tersebut juga didesak untuk mengusung Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat ke pilkada Jakarta periode 2017-2022.
Dukungan kepada Djarot disuarakan oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat. Hari ini, mereka mendeklarasikan dukungan di kantor Jalan Tebet Barat VIII, Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM